Semilir Sepoi-Sepoi di Lembah Gunung Madu

Jarang yang tahu tentang lembah gunung Madu, meskipun orang yang berdomisili di Boyolali. Gunung Madu yang lebih tepatnya disebut bukit menurut kisah turun temurun dari embah-embah merupakan tempat persembunyian orang Indonesia pada jaman penjajahan Jepang dahulu. Saksi sejarah berupa goa buatan masih ada sampai sekarang. Daerah sekitar goa merupakan area sepi, jarang ada yang sekedar berhenti. Tapi itu dulu, ketika Lembah Gunung Madu belum dipermak.  Entah idenya siapa, tapi saya yakin yang punya ide tentunya seorang yang punya ide bisnis tingkat tinggi.

Baca lebih lanjut

(Akan) Lenyapnya Nama-Nama Jawa

Apa yang ada di benak Anda bila mendengar atau membaca nama Karto Semito. Atau nama lain seperti Singo Dimejo, Pawiro Diharjo, Kromo Sumarto. Tentu dalam benak kita, mereka yang punya nama orangnya sudah tua banget, embah-embah umur 60 tahun ke atas. Lalu, bila kita mendengar nama Sunarti, Sunarto, Supardi, Suparti, Sumiyati, pasti dalam benak kita akan membayangkan orang yang punya nama adalah orang Jawa era doeloe. Tapi bila ada nama semisal Salsabila, Brian, Aurel, Ghibban, dalam benak kita pasti akan mendapati mereka adalah anak-anak jaman sekarang, entah dari suku apa mereka.

Baca lebih lanjut

Khitanan Masal : Senyumku untuk Tangismu

Jeritan tangis anak, bersahut-sahutan dari satu anak ke anak yang lain,  sambung-menyambung dari satu waktu ke waktu yang lain, bukan karena tangis kesedihan tapi karena tangis kesakitan dan ketakutan. Namun tangisan itu kami tanggapi dengan senyuman, juga motivasi untuk menaikkan nyali sang anak, bukan bentakan yang akan semakin membuat down sang anak. Demikian gambaran di ruangan Pendapi Gedhe Balai Kota Solo yang disulap menjadi sebuah ruangan operasi kecil sirkumsisi (khitan/sunat), walaupun remang-remang tapi tidak apalah… maklum yang namanya khitanan masal tidak harus berada di ruangan yang ideal.

Baca lebih lanjut

Masa Depan di Depan Mata

Mengunjungi embah-embah di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Yogyakarta Unit Budi Luhur yang beralamat di Kasongan, Bangun Jiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, ada kesan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata… karena begitu membekas di hati. Ketika itu saya dan teman-teman mahasiswa STIKES PKU  MUHAMMADIYAH Surakarta melakukan kunjungan ke panti wredha, sebagai tugas perkuliahan stase keperawatan gerontik. Saya yang sudah lansia harus mengunjungi yang lansia juga. Tapi, meskipun kami sudah lansia, di panti wreda ini kami serasa menjadi muda lagi.

Baca lebih lanjut

Antri Selfie di Jalan Malioboro Jogjakarta

Sering lihat di medsos, terutama BBM, teman yang memasang poto profil dengan latar belakang tulisan jalan Malioboro, Jogjakarta. Mungkin mereka akan menunjukkan diri sedang berada di sana. Tapi anehnya koq hanya jalan Malioboro ya, jalan yang lain koq tidak pernah saya jumpai. Entahlah… Sampai saat ini belum ketemu jawaban yang pas… bahkan ketika saya juga ke sana, malah ikut-ikutan selfie, bukan ikut trend tapi dipaksa teman yang kepingin selfie di sana.

Baca lebih lanjut

Nongkrong Asik di Patung Arjuna Wijaya Simpang Lima Boyolali

Tiap lewat simpang lima Boyolali, ada keinginan untuk berhenti sejenak kemudian menuju taman yang ada patung kuda menarik sebuah kereta kencana yang dinaiki dua orang kesatria, katanya sih dua ksatria itu namanya Arjuna dan Kresna. Akhirnya mimpi itu terwujud juga, bersama keluarga, saya mencoba menikmati sejuknya taman yang rindang karena banyaknya pohon besar yang rimbun tumbuh mengakar dalam dan menjulang tinggi.

Baca lebih lanjut