Antara Sabar dan Shaum Ramadhan

Ketika saya membaca hadits tentang balasan amalan orang yang berpuasa ada rasa yang mengganjal dalam hati ini. Hadits ini menyatakan bahwa amalan kebaikan Bani Adam akan dibalas Allah dengan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Tapi untuk pahala puasa hanya Allah ‘Azza wa Jalla saja yang akan membalasnya sendiri. Lalu seberapa besar balasan dari Allah ‘Azza wa Jalla sendiri tidak disebutkan. Hal inilah yang membuat ganjalan di hati saya, ada semacam prasangka yang tidak baik, padahal prasangka ini tidak sepantasnya dilakukan hamba kepada RabbNya. Jangan-jangan balasan Allah lebih kecil dari itu…begitu saya kadang berprasangka. Hingga suatu ketika saya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari semua itu, yang membuat saya jadi mengerti.

Secara lengkap bunyi haditsnya adalah sebagai berikut,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى »

“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” 

(HR. Muslim no. 1151)

Lalu seberapa besar balasan untuk amalan puasa? Agar lebih memahami maksud hadits di atas, perhatikanlah penjelasan Ibnu Rojab Al-Hambali (dalam Latho’if Al Ma’arif, 1/168) berikut ini:

“Hadits di atas adalah mengenai pengecualian puasa dari amalan yang dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan hingga 700 kebaikan yang semisal. Khusus untuk puasa, tak terbatas lipatan ganjarannya dalam bilangan-bilangan tadi. Bahkan Allah ‘Azza wa Jalla akan melipatgandakan pahala orang yang berpuasa hingga bilangan yang tak terhingga. Alasannya karena puasa itu mirip dengan sabar. Mengenai ganjaran sabar, Allah ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas dengan pahala tanpa batas.” 

(QS. Az Zumar [39]: 10).

Puasa Ramadhan memang terdiri dari rasa sabar. Berhasil tidaknya kita mendapatkan pahala puasa Ramadhan tergantung seberapa besar kita bersabar dalam menjalani puasa ini. Maka selayaknya Allah akan membalasnya dengan balasan pahala tanpa batas, tidak hanya lipat 10 atau 700, bahkan lebih dari itu. Sabar memang berat, jadi layak bila mendapatkan balasan yang begitu menggiurkan.

Sabar ada tiga macam yaitu :

  1. sabar dalam menjalani ketaatan
  2. sabar dalam menjauhi larangan
  3. sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan.

Dalam puasa Ramadhan  terdapat tiga jenis kesabaran ini. Sabar dalam melakukan ketaatan, tanpa rasa sabar tidak mungkin manusia akan mampu melakukan ibadah ini. Di awali dengan bangun untuk makan sahur, hanya orang sabar yang mau bangun di kala nikmatnya tidur. Dianjurkan juga tadarus qur’an, hanya orang sabar yang mampu melakukannya, bayangkan saja, ketika tadarus qur’an kita harus bersabar karena mata kita jadi terasa pedas, suara kita menjadi serak, kadang juga disertai rasa kantuk yang sulit dikendalikan. Ketika shalat tarawih tiba kita juga harus bersabar dalam menjalaninya. 11 rakaat cukup membuat kita merasa kelelahan, apalagi bila imamnya membaca suratnya panjang-panjang. Untuk dapat melewatinya hanya dengan rasa sabar dalam melakukan ketaatan.

Dalam puasa Ramadhan juga terdapat sabar dalam menjauhi larangan Allah yaitu menjauhi berbagai macam syahwat. Kita harus bersabar untuk menahan diri dari makan, minum, jima’ di siang hari dengan suami atau istri kita. Tanpa rasa sabar kita tak akan mampu menjalaninya. Juga menahan lesan dari perkataan dusta dan sia-sia juga butuh kesabaran. Menahan marah juga dibutuhkan kesabaran yang ekstra, ketika rasa lapar dan haus berada di puncaknya, hal sepele dan kecil bisa memicu emosi kita. Sabar…hanya itu yang bisa dilakukan untuk menjaga puasa kita mendapatkan pahala yang tak terhingga dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Dalam puasa Ramadhan juga terdapat bentuk sabar dalam menghadapi takdir Allah yang menyakitkan. Takdir orang puasa adalah akan merasakan lapar, dahaga, jiwa dan badan yang terasa lemas. Butuh kesabaran untuk menghadapinya. Ada sebagian orang yang tidak mau puasa karena tidak sabar dengan takdir ini. Mereka membuat alasan-alasan yang digunakan untuk mendukung pembenaran atas tidak maunya mereka. Alasan klasik adalah kerja berat, atau sakit magh, padahal mereka belum pernah sekalipun melakukan atau mencoba berpuasa. Juga yang boleh menentukan ia boleh berpuasa atau tidak menurut kesehatan itu adalah dokter, bukan dirinya sendiri. Memang hanya orang sabarlah yang akan mampu melewati puasa ini.

Inilah rasa sakit yang diderita oleh orang yang melakukan amalan taat, maka dia pantas mendapatkan ganjaran sebagaimana firman Allah ta’ala,

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”

(QS. At Taubah [9]: 120).”

Demikianlah penjelasan Ibnu Rojab (dalam Latho’if Al Ma’arif, 1/168) yang mengungkap rahasia bagaimana puasa seseorang bisa mendapatkan ganjaran tak terhingga, yaitu karena di dalam puasa tersebut terdapat sikap sabar.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s