Jalan Lurus

http://www.mypangandaran.comKetika ada rencana piknik dengan teman sekerja beberapa waktu yang lalu, ada beberapa usulan tempat wisata yang akan dituju. Tawang mangu, Jogja, Pacitan atau sekedar tempat terdekat yang sudah biasa kami kunjungi. Walaupun belum ketemu tempat mana yang akhirnya akan dituju, tapi ada satu orang yang tidak mau kalau Pacitan menjadi tempat tujuan wisata. Alasannya karena jalan yang berbelok-belok naik turun menjadi momok baginya, hal ini menjadi penyebab mabok perjalanan baginya.

Melewati jalan yang berbelok-belok, naik turun, sempit lagi, memang membuat ngeri, apalagi tikungannya begitu curam tanpa rambu-rambu lalu lintas lagi. Saya pernah melewati jalan yang demikian, ngeri dan senam jantung karena kengeriannya.

Pernah saya membayangkan, jika jalan yang berbelok-belok itu tiba-tiba menjadi lurus tidak naik turun, tidak terjal, beraspal hotmix kualitas tinggi dan lebarnya bisa untuk jalan empat bus sekalian. Alangkah nikmat jalan di atasnya, dengan kecepatan tinggipun kecil sekali resiko terjadi kecelakaan. Jalan lurus akan mengantarkan kita kepada tujuan yang lebih cepat, waktu tempuh menjadi pendek dan energi yang kita keluarkan menjadi lebih sedikit. Jalan lurus memang menjanjikan keselamatan. Saya jadi teringat dengan satu ayat di dalam Al-Qur’an,

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

(QS Al-An’am: 153)

Yups…sebetulnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah menyediakan jalan lurus itu, hanya saja Iblis dan bala tentaranya menutupi jalan lurus itu dengan jalan-jalan yang banyak, yang membuat jalan lurus itu tertutup oleh jalan-jalan Iblis. Begitu banyaknya jalan yang dibuat Iblis kadang membuat kita berbelok arah dari jalanj Allah dan melewati jalan Iblis.

Sebetulnya meniti jalan yang lurus itu tidak mudah, karena banyaknya halangan yang akan kita dapati. Dari Solo menuju Magetan bila kita menginginkan jalan yang lurus harus membuat jalan tembus melewati gunung lawu. Kita harus membuat terowongan yang sangat panjang dan dalam, yang tentunya akan membutuhkan biaya dan tenaga yang sangat banyak. Tentu nikmat sekali bila kita bisa berhasil menyingkirkan halangan itu, kemudian terowongan yang lurus dan kuat bisa kita lewati dengan baik dan aman. Seperti halnya di Arab Saudi (meskipun saya belum pernah ke sana) banyak sekali terowongan-terowongan yang menembus gunung karena mereka menginginkan jalan tempuh yang lebih cepat.

Lihat juga jalan kereta api, sesekali harus melewati terowongan yang menembus gunung, atau melalui jembatan yang menghubungkan dua ujung lembah. Tentu hal itu merupakan hal yang sulit untuk diwujudkan, tetapi ternyata itu bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Begitulah bila kita berhasil melewati halangan dan rintangan yang menghalangi jalan kita, maka akan kita dapati kenikmatan yang tiada tara.

Laut yang luas juga menjadi halangan yang tidak mudah untuk bisa membuat jalan yang lurus. namun itu bukan hal yang mustahil untuk mewujudkannya, Lihatlah jembatan suramadu bisa terwujud. Jalan itu akhirnya tercipta, walaupun dalam waktu yang lama dan biaya yang sangat besar harus dikeluarkanjuga, ketika jalan yang lurus yang menghubungkan surabaya dan madura selesai dibangun. Betapa besarnya biaya dan tenaga yang dikeluarkan, namun semua itu akhirnya berbuah kenikmatan berkendara yang luar biasa.

Menurut Rasulullah, jalan lurus itu hanya satu yaitu jalannya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dinamakan Shiratal Mustaqim, sedangkan jalan yang lain bukan jalannya. Jalan ini lurus sampai di tujuan, namun di samping jalan ini ada banyak jalan-jalan yang dibuat iblis dan bala tentaranya. Kalau memang ingin selamat, ambil jalan yang lurus dan singkirkan jalan-jalan yang menghalangi, niscaya kita akan menemukan kenikmatan sejati dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:

هَذَا سَبِيْلُ اللهِ، وَهَذِهِ الْخُطُوْطُ الَّتِيْ عَنْ يَمِيْنِهِ وَيَسَارِهِ سُبُلُ الشَّيَاطِيْنِ. ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَ اللهِ تَعَالَى: وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (رواه أحمد والدارمي)

“Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan”, kemudian beliau membaca ayat: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.”

(HR. Ahmad dan Ad-Darimi)

Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.

Semoga Allah menunjuki kita jalan yang lurus “shiratal mustaqim” yaitu jalan orang-orang yang tidak dimurkaiNya, dan juga bukan jalan orang-orang yang tersesat.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s