Kreatif tapi Curang

Tabung gas 3 kg yang saya pakai tiba-tiba mengeluarkan tetes-tetes air yang mengelilingi setiap sisi tabung. Tabung berubah menjadi dingin, seperti es, masih agak berat tapi kelihatannya gas elpijinya sudah hampir habis. Agak kaget juga saya melihat fenomena ini, jangan-jangan tabungnya mau meledak. Segera saya lepas regulator dari tabung gas. Tabung gas saya goyang-goyangkan, terdengar suara air dari dalam tabung gas. Aneh… bisa-bisanya air masuk ke dalam tabung gas, padahal tidak ada jalan masuk yang  bisa dilalui. Kelihatannya, berat air di dalam tabung kurang lebih 1/2 kilogram. Kreatif juga nih… menjual 1/2 kilogram air dengan harga 1/2 kg elpiji.

Keuntungan dunia…ya…keuntungan dunia yang melatarbelakangi manusia untuk berbuat curang. Mereka selalu tidak puas dengan pendapatan dan keuntungan murni yang mereka dapat. Padahal, seberapa besar keuntungan dunia yang mereka dapatkan bila dibandingkan dengan dosa yang mereka terima, akan lebih besar dosa yang mereka terima. Setiap keuntungan yang mereka raih akan menjadi bara api neraka dalam daging mereka.

Berbuat curang seakan-akan menjadi sah-sah saja ketika tidak ada orang yang tahu. Lihatlah pemain sepak bola yang mencetak gol dengan tangan, mereka akan menganggap sah bila wasit dan hakim garis tidak melihat itu. Sang pemain seringnya juga tak mau mengakui, padahal semua itu ada rekaman yang bisa membuktikan kecurangan. Begitu juga dalam kasus tabung gas di atas, mereka menganggap kecurangan itu sah-sah saja karena tidak ada yang tahu. Mereka lupa, bahwa segala perbuatan kita sebetulnya ada yang mencatat, setiap saat kita ada yang mengawasi. Dia adalah Allah Azza wa Jalla yang akan mengawasi, Dia tidak pernah tidur dan lupa dengan segala yang kita perbuat dan tak ada hal sekecil apapun yang akan terlewatkan dari-Nya.

Dalam cerita masa lalu semasa kekuasaan khalifah Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, ada satu teladan tentang kejujuran dari penduduk kota madinah ketika itu. Awal kisah, pada suatu malam Khalifah ‘Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu pergi ke daerah pinggiran kota Madinah. Untuk istirahat sejenak, bersandarlah beliau di tembok salah satu rumah. Terdengarlah oleh beliau suara seorang perempuan yang memerintahkan anak perempuannya untuk mencampur susu dengan air. Tetapi anak perempuan yang diperintahkan tersebut menolak dan berkata, “Bagaimana aku hendak mencampurkannya, sedangkan Khalifah ‘Umar melarangnya?”Mendengar jawaban anak perempuannya, maka sang ibu menimpalinya, “Umar tidak akan mengetahui.”Mendengar ucapan tersebut, maka anaknya menjawab lagi, “Kalaupun ‘Umar tidak mengetahui, tetapi Rabb-nya pasti mengetahui. Aku tidak akan pernah mau melakukannya. Dia telah melarangnya.” Kata-kata anak perempuan yang jujur itulah yang membuat khalifah Umar Radhiyallahu anhu mantap menikahkan anaknya ‘Ashim dengan anak perempuan itu.

Tapi itu cerita masa lalu yang agaknya sulit sekali kita dapat pada saat ini. Berbagai kecurangan sudah menjadi hal yang lumrah dan bukan rahasia umum lagi. Lihat saja siaran TV tentang investigasi, banyak sekali hal yang berbau kecurangan diespos di sana.

Saya juga pernah menjumpai hal-hal yang berbau kecurangan di perjalanan hidupku. Penjual susu mencampur susu dengan air santan kelapa . Sebelum menanak nasi saya kadang memisahkan butir-butir pasir yang menjadi campurannya, hebat sekali…  1 kg pasir bisa seharga 1 kg beras. Tempe kedelai yang saya makan kadang dicampur dengan jagung. Dan tentunya masih banyak lagi yang tak bisa saya tulis semuanya di sini.

Yakinlah bahwa Allah selalu mengawasi segala tindak-tanduk dan perbuatan kita, sehingga kita akan selalu merasa tidak aman untuk berbuat curang. Bermuraqabahlah selalu  yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah ‘Azza wa Jalla, baik ketika sendiri atau ketika bersama orang lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

One thought on “Kreatif tapi Curang

  1. oborooodagiri berkata:

    Dalam berbagai hal.. semua orang sekarang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

    astaghfirullah aladzim.. semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang demikian. amin..

    posting yang bermanfaat… salam kenal..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s