Pelajaran dari TAHMID RAHMAT BASUKI

Tahmid, 14 tahun, seorang pasien gagal ginjal stadium 5, dengan vonis cuci darah 2x seminggu. Di umurnya yang terbilang masih belia, cobaan harus dipikulnya. Dia kehilangan fungsi kedua ginjalnya, sebuah cobaan yang tidak ringan tentunya.

Tahun 2010 kemarin merupakan awal cobaan itu, dimulai dengan keluhan nyeri perut yang tidak hilang-hilang,yang dianggap biasa bagi sang Ibu Tahmid, sehingga untuk mengobatinya hanya dibawa ke tukang urut. Dalam sisi medis, pengobatan dengan cara mengurut atau memijat bagian perut sangat dilarang, karena di dalam rongga perut (abdomen) berisi organ-organ yang lemah. Usus bisa muntir, sehingga alirannya tersumbat (ileus), atau bila terjadi infeksi bisa menambah infeksi menjadi lebih parah yang dalam dunia medis disebut perforasi. Begitu juga dengan Tahmid, sakit perut yang dianggap biasa ternyata merupakan Appendixitis atau infeksi usus buntu/umbai cacing. Infeksi usus buntu yang sudah menjadiperforasi, atau dalam bahasa awam, usus buntunya sudah pecah dan menjadi nanah. Bisa dibayangkan betapa tragisnya nasib perut yang seperti itu diobati dengan cara diurut perutnya… maka infeksinya menjadi semakin meluas sampai seluruh rongga perut (peritonotis).

“Semua atas takdir Allah, Qodarullah,”demikian Pak Tohari ayah Tahmid, bila ditanya orang, kenapa Tahmid bisa menjadi seperti itu. Sebuah jawaban yang bijak dan mengandung makna yang dalam, bukti dari keridhoan dan bersabar atas cobaan Allah. Atas dasar itulah, Pak Tohari tidak mempermasalahkan tukang urut yang menangani Tahmid juga rumah sakit yang melakukan operasi untuk menyembuhkan infeksi yang sudah terlanjur parah. Walaupun banyak orang menganjurkan untuk menunutut rumah sakit melalui jalur hukum tapi beliau sama sekali tidak punya niatan untuk itu. Rumah sakit memang kisah lanjutan dari usaha mengobati sakit Tahmid. Pembedahan seluruh perut ataulaparotomy harus dilakukan karena luasnya area infeksi dan komplikasi yang ditimbulkan. Alhamdulillah, operasi dan perawatan bisa berjalan dengan baik, hanya saja ada satu hal yang tidak diduga sebelumnya terjadi. Kedua ginjal Tahmid mogok, tidak mau berfungsi seperti biasa. Tetes air kencing yang biasanya begitu lancar mengalir, tiba-tiba menjadi enggan keluar. Agaknya masalah yang utama sudah berhenti namun timbul masalah baru yang lebih serius.

Sejak saat itu, tahmid menjadi pasien gagal ginjal dengan vonis cuci darah 2x seminggu… sampai sekarang… sampai tulisan ini dibuat dan entah sampai kapan, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tahu. Jarum fistula, mesin dialisa fresenius, tabung dializer, single needle double lumen, merupakan sebagian barang-barang yang akrab bersahabat dengan Tahmid saat ini.

Harapan sembuh? Itulah yang selalu diinginkan Tahmid dan keluarganya, walaupun secara medis hal itu tidak mungkin tanpa dilakukan cangkok ginjal, tapi mereka yakin suatu saat nanti Allah akan menyembuhkannya. Setiap usaha yang tidak menyimpang dari syar’i dan tidak berlawanan dengan medis selalu dilakukan. Namun sampai saat ini memang belum ada hasilnya. Allah memang baru menguji Tahmid dan keluarga untuk mempertebal kesabaran.

Banyak pelajaran yang selalu saya ambil dari keluarga ini. Salah satunya tentang kesabarannya dalam menerima cobaan Allah subhanahu wa ta’ala. Terbayang biaya yang tak sedikit untuk cuci darah 2x seminggu seumur hidup. Sekali cuci darah minimal Rp 550.000 harus dikeluarkan. Tak pernah saya membayangkan bila itu terjadi pada saya, padahal saya kadang masih kurang sabar bila menghadapi anak yang sakit panas saja, apalagi bila menghadapi hal seperti bapaknya Tahmid. “Ya Allah…jangan Engkau berikan saya dengan cobaan yang saya tidak mampu untuk memikulnya… Amiin.” “Ya Allah… berikanlah ganti pahala yang tak terbatas untuk kesabaran keluarga Tahmid atas takdir yang Engkau berikan,”

Semoga yang sempat membaca tulisan ini memberikan doa kebaikan untuk keluarga Tahmid Rahmat Basuki.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s