Bersabar Dalam Memenuhi Hak Penyusuan Anak

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan tetangga di jalan, menggendong anaknya yang ternyata seumuran anak saya Husein, 5 bulan. Karena anaknya sebaya dengan Husein, saya tertarik untuk ngobrol dan share dengan keadaan junior. Perasaan saya ada perbedaan fisik anaknya dengan anak saya, ia terlihat lebih kecil, dan motoriknya terlihat lebih lambat. “Masih minum ASI kan mbak?” saya bertanya kepadanya penuh selidik karena kulihat di tangannya tergenggam sebuah dot berisi susu, entah ASI atau formula. “Sejak lahir sudah tidak minum ASI… lha kalo diberi ASI malah anaknya ndak sabaran, marah…,” panjang lebar ia menjelaskan alasannya kepadaku. Aduh…aduh…aduh… yang nggak sabaran ibunya atau anaknya ya… padahal ia ibu rumah tangga, bukan ibu pekerja,24 jam bisa menemani sang buah hati…

Untuk menyusui anak memang butuh kesabaran. Dalam hal ini pihak orang tualah sebetulnya yang harus bersabar, bukan pihak bayi yang harus bersabar. Awal menyusui memang begitu menyiksa, terutama bagi ibu. Apalagi baru pertama kali menyusui.

Puting susu bagi yang baru pertama kali menyusui biasanya tidak timbul, tetapi datar, sehingga hal ini akan menimbulkan kesulitan tersendiri bagi bayi untuk menghisapnya. Seringkali bayi rewel bila disodori puting alami ini. Peran orang tua diperlukan di sini. Kadang orang tua tidak sabar dengan tangis bayi sehingga langsung meminumkan susu formula lewat dot. Bila hal ini berlangsung terus, maka bayi akan lebih terbiasa dengan dot,  jika disodori puting susu ibu, bayi akan menolaknya. Hal ini juga akan mempengaruhi jumlah prodoksi ASI, karena prodoksi ASI yang melimpah juga tergantung dari rangsangan hisapan mulut bayi pada puting susu ibu.

Lalu, bagaimana sebaiknya sikap orang tua terhadap hal ini. Yang pertama kali dilakukan adalah sikap sabar kedua orang tua, dan tanamkan keyakinan dalam diri bahwa Anda bisa memberikan ASI secara baik kepada anak Anda. Ketika bayi menangis karena lapar yang pertama kali dilakukan adalah segera menyodorkan puting susu ibu ke mulut bayi agar dihisapnya. Pertama kali mungkin akan terasa risih dan geli, tapi lama-lama akan terbiasa. Untuk tahap awal mungkin bayi akan marah karena sulitnya menghisap puting yang belum timbul, ditambah prodoksi ASI yang belum banyak. Maksimalkan usaha Anda semaksimal mungkin, sampai benar-benar lelah keduanya, barulah bayi diberikan susu formula sesuai anjuran dokter. Kalau anak-anak saya menggunakan SGM, insya Allah sudah bagus dan harganya terjangkau. Tapi jangan dijadikan kebiasaan selanjutnya, ini hanya diberikan ketika prodoksi ASI belum banyak. Insya Allah hanya beberapa hari saja. Dengan latihan yang rutin Insya Allah bayi Anda akan semakin pandai menyusui, juga prodoksi ASI akan terangsang untuk meningkat.

Problem lain ketika awal menyusui yang sering dijumpai adalah lecetnya puting susu akibat hisapan bayi. Hal ini sering terjadi dan menimbulkan problem kesakitan pada ibu. Lecet biasanya berbentuk melingkar atau membelah. Bila hal ini terjadi, ibu tetap harus meminumkan ASInya. Tips untuk meringankan sakit pada lecet puting susu adalah :

  • Sebelum menyusui, komkpres puting susu dengan kain yang dicelupkan pada air hangat. Hal ini akan melunakkan puting susu yang lecet sehingga mengurangi rasa sakit.
  • Frekwensi minum bayi dipersering namun lamanya diperpendek, hal ini dimungkinkan bayi belum sampai lapar betul, sehingga hisapan bayi tidak terlalu kuat, dan diharapkan lecet tidak bertambah parah.
  • Jangan monoton pada satu payudara saja, agar puting susu mempunyai waktu istirahat yang cukup.
  • Olesi lecet dengan minyak zaitun, agar puting tidak mengeras.
  • Pakai bra yang menyerap dan sesuai ukuran, jangan terlalu ketat.
  • Bila lecet dan nyeri terlalu parah, konsultasikan ke dokter Anda, dan beliau akan memeberikan obat sesuai kebutuhan Anda.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan ditunggu pengalaman para orang tua untuk share di sini. Pengalaman Anda begitu berarti bagi semua orang tua, agar bisa memenuhi hak anak dalam penyusuan selama 2 tahun. Bagi orang tua yang dengan sabar dan ikhlas memenuhi hak anak-anak mereka dalam penyusuan, Insya Allah… Allah akan membalasnya dengan pahala yang sangat besar, karena menyusui anak merupakan perintah Allah juga.

Firman Allah dalam surat al-baqarah : 233,

سُوۡرَةُ البَقَرَة
۞ وَٱلۡوَٲلِدَٲتُ يُرۡضِعۡنَ أَوۡلَـٰدَهُنَّ حَوۡلَيۡنِ كَامِلَيۡنِ‌ۖ لِمَنۡ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ‌ۚ وَعَلَى ٱلۡمَوۡلُودِ لَهُ ۥ رِزۡقُهُنَّ وَكِسۡوَتُہُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِ‌ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفۡسٌ إِلَّا وُسۡعَهَا‌ۚ لَا تُضَآرَّ وَٲلِدَةُۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوۡلُودٌ۬ لَّهُ ۥ بِوَلَدِهِۦ‌ۚ وَعَلَى ٱلۡوَارِثِ مِثۡلُ ذَٲلِكَ‌ۗ فَإِنۡ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ۬ مِّنۡہُمَا وَتَشَاوُرٍ۬ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡہِمَا‌ۗ وَإِنۡ أَرَدتُّمۡ أَن تَسۡتَرۡضِعُوٓاْ أَوۡلَـٰدَكُمۡ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكُمۡ إِذَا سَلَّمۡتُم مَّآ ءَاتَيۡتُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ‌ۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ۬ (٢٣٣)

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” 

(Al-Baqarah: 233).

Selanjutnya… mari kita penuhi hak anak kita, walaupun sangat merepotkan, hal ini tidak seberapa harganya bila dibanding dengan kebaikan yang akan kita raih nanti di kemudian hari.

14 thoughts on “Bersabar Dalam Memenuhi Hak Penyusuan Anak

  1. Kasihan kalau bayi tidak mendapatkan air susu ibunya meskipun memang kembali lagi ke masing-masing Ibu dan bayinya. Dari yang saya baca hampir tidak ada yang namanya asi ga keluar, lebih-lebih bayi yang tidak sabaran. Memang dibutuhkan kesabaran dari orang tua

    Suka

  2. benar Az butuh kesabaran. Asi makannan pertama yg cocok buat bayi baik tuk perkembanga fisik dan kejiwaannya. nutrisi asi tak bisa digantikan dg susu formula. malah pernah saya baca asi tuk anak prematu dg yang normal dibedakan Allah.

    Suka

  3. he he jadi ingat anak saya yang baru beberapa hari klo pas minum ASI itu suka ndak sabaran, karena ASI dari ibunya belum lancar. Bener banget, yang sabaran itu orang tuanya, bukan anaknya.

    Suka

  4. Darmanto Muat berkata:

    yaaaa… itu mah memang fenomena kebanyakan ibu zaman sekarang Mbak… padahal kedekatan psikis anak dg si ibu terajut setelah dari rahim adl menyusui..
    ah entahlah…

    tetap semangat berbagi Mbak..
    salam ukhuwah,

    Suka

  5. Betul sekali, si ibu yang harus lebih sabar dan telaten. Karena bagaimanapun juga pemberian ASI itu sangat penting. ASI ekslusif sudah terbukti sangat baik bagi perkembangan si kecil. Saat pemberian ASI berlangsung, terjadi kontak fisik dan kontak batin dengan si kecil yang diartikan sebagai ungkapan rasa sayang antar keduanya. Ini membuat mental si kecil lebih baik dibanding yang minum susu formula.

    Susu formula dibuat bagi si kecil yang kurang beruntung (tidak memiliki ibu atau ditinggal ibu yang sibuk bekerja), tapi kebanyakan sekarang malah dijadikan makanan utama ibu yang malas. Kalo soal ASI saja sudah malas (padahal gratis), apalagi ngasih anaknya pendidikan yang layak, wah saya jadi kurang yakin🙂

    Nice share tuh bagian tips meringankan lecet dan rasa sakit pada puting susu.

    Suka

  6. Ummu El Nurien berkata:

    alhamdulillah aku tak punya masalah dalam menyusui, jadi tak punya pengalaman dalam masalah ini..
    insya Allah bermanfaat..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s