Pagi Pagi di Pantai Sanur

Jum’at sore tgl 12 oktober kemarin ( sorry… melenceng dari judul ), saya terdampar di pantai Sanur. Bukan terdampar sebetulnya, tetapi ketika saya jalan-jalan di jalan Hang Tuah Denpasar, tak sengaja arah kaki melangkah menuju Pantai Sanur. Kebetulan nih… saya bisa melihat pantai yang terkenal karena keindahannya, begitu saya pernah buka di internet.

Pertama lihat pantai ini, perasaan biasa saja, tidak ada yang terlalu istimewa. Kelihatannya pantai sanur merupakan pantai yang dangkal, ombaknya tidak begitu besar, pasir putihnya juga tidak bersih-bersih banget. Kalau menurut saya, pantai yang bagus itu yang pemandangannya indah, seperti ini, atau seperti ini. Ya… terserahlah penilaian orang, mungkin saya bilang biasa saja, tapi orang lain bilang sangat bagus…

Sisi utara pantai

banyak orang berenang di sini

memandang laut lepas

Kalau saya tidak bingung arah, pantai Sanur ini ada di sebelah timur. Iya… saya tidak bingung arah, karena saya lihat matahari ada di belakang saya, sedangkan saya menghadap ke laut. Berarti di pagi hari pantai Sanur akan menjadi tempat terbitnya matahari atau akan ada fenomena sunrise.

Keesokan harinya saya benar-benar ke pantai Sanur ( naaa… yang ini cocog dengan judulnya ). Sehabis shalat subuh saya langsung menuju ke pantai, takut tidak mendapatkan sunrise. Tetapi sayang sekali, ketika sampai di pantai, terlihat mendung menghiasi sebelah timur pantai. Kelihatannya akan sulit melihat matahari muncul dari permukaan air.

naah… itu kan ada mendung yang menghalangi

Suasana pantai pagi hari ternyata sudah ramai pengunjung. Wisatawan lokal, para ABG dari berbagai sekolah di luar Bali. Tapi saya tidak melihat wisatawan asing di sini, mungkin mereka masih tidur. Memang kelihatannya janggal sekali bila mereka tidak ada di sini, bukankah pantai sanur itu terkenal akan sunrisenya. Apakah mereka tidak tertarik ya…

Kurang lebih jam 6, sang surya akhirnya muncul juga, di antara awan hitam yang menghiasi sisi timur pantai. Belum pernah saya mendapatkan pemandangan seperti ini sebelumnya. Pantai-pantai di jawa selalu menghadap ke selatan atau utara, jadi jarang sekali mendapati fenomena seperti ini.

sunrise 1

sunrise 2

sunrise 3

Keesokan harinya lagi saya kembali ke pantai. Saya berharap cuaca bersahabat. Tapi apa daya, tetap saja ada mendung di sebelah timur pantai. Atau memang kalau pagi setiap pantai seperti ini ya… ada mendungnya. Kalau kemarin saya mengambil gambar dari sisi selatan, kali ini saya mengambil gambar sunrise dari sisi utara. Kali ini mentari muncul dengan bulatan yang tidak menyilaukan. Sayang sekali bila tidak diabadikan.

matahari masih malu

mulai terlihat lebih besar

lengkap sudah penampakannya

Sudah cukup puas saya dengan Sanur, tapi ternyata ada yang tersembunyi di sana. Ya… ada yang tersembunyi dari Pantai Sanur. Hal ini saya ketahui ketika hari ketiga saya di Bali, ketika itu saya pindah menginap di hotel Inna, ternyata di sinilah inti dari pantai Sanur. Hotel Inna berada tepat di tepi pantai Sanur, kalau dari lokasi saya kemarin, berada di sisi selatan pantai, jalan kaki 5 menitan sampai. Tempat ini dibatasi oleh tembok sekitar 1 meteran, sehingga tersembunyi dari wisatawan lokal.

Ternyata pemda Bali begitu cerdik menyembunyikan pantai Sanur yang sesungguhnya. Di sini pantainya terlihat lebih indah, pasir putihnya luas membentang dan sangat bersih. Suasananya sepi dan tenang. Wisatawan lokal yang notabene adalah anak-anak sekolah tidak terlihat di sini. Mungkin memang disengaja, agar suasana pantai tetap bersih dan tenang. Sayang sekali saya malah tidak betah di sini dan tidak sempat mengambil gambar. Aku jadi malu sendiri karena banyak londo yang berjemur, tahu sendirilah kalau londo berjemur pasti mengumbar aurat. ( londo : orang jawa menyebut bule dengan sebutan londo yang artinya belanda, walaupun mereka sebetulnya tidak hanya berasal dari belanda). Benar sekali anekdot yang mengatakan kalau orang Bali itu doanya jangan ada hujan, karena kalau hujan tidak ada orang asing yang akan berjemur di Bali. Orang asing ke Bali mencari panas bukan mencari dingin.

Yang terakhir saya di pantai Sanur, saya sempatkan mengambil gambar dari balik kamar saya di hotel inna, tapi sayang, pantainya terhalang oleh pepohonan.

melihat pantai dari kamar hotel inna, kenangan terakhir di pantai sanur

21 thoughts on “Pagi Pagi di Pantai Sanur

  1. Larasati berkata:

    wah larass ke Bali pas jaman studi tour dan juga pas kerja ampe 3 kesana tp gak jalan2😦
    jalan2 yah pas studi tour ituuuu jaman SMU hahaha jadul banget dan masih imut😀

    salam kenal yah, terimakasih sudah mengunjungi blog Larass🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s