Yang matipun masih bisa berbuat kebaikan

IMG_20130823_1Alhamdulillah… akhirnya bisa nulis lagi, setelah sekian lama vakum dari dunia blog. Sampai-sampai lupa caranya nulis.  Ibarat pisau, kalau lama tak digunakan akan tumpul juga. Juga jadi pangling dengan model dasbor wordpress saya. Kesibukan di dunia nyata kadang memang menyita banyak waktu kita… sebetulnya bukan menyita sih, tapi lebih tepatnya kita harus punya prioritas untuk memanfaatkan waktu kita.

Terakhir kali saya menulis, membahas tentang pohon srikoyo depan rumah saya yang mendatangkan banyak kebaikan, tertanggal 2 Maret 2013, sudah cukup lama ya… Iya… juga cukup lama untuk sepohon srikoyo yang akhirnya harus mati tanpa diketahui sebabnya. Entahlah… secara perlahan pohon srikoyo itu mulai mengalami layu. Sempat memberi saya buahnya yang lumayan lebat, tapi settelah itu daunnya berguguran, rantingnya mengering hingga akhirnya tak satupun daun yang tertinggal, hanya ada sisa buah yang masih menggantung, mengeras hitam. Sayang juga ya…

pohon melati yang menggantung pada pohon srikoya yang sudah mati

pohon melati yang menggantung pada pohon srikoya yang sudah mati

Tapi ada satu fenomena yang menarik. Sejak hidupnya, pohon srikoyo ini menjadi gantungan pohon lain, yaitu pohon melati. Namun ketika matinya pohon srikoyo, pohon melati yang menggantung tidak ikut mati, malah semakin lebat daunnya, juga wangi bunganya begitu semerbak. Hal inilah yang membuat saya menjadi sayang untuk memotong pohon srikoyo ini. Biarlah ia tetap berdiri tegak di depan halaman rumah saya, menjadi gantungan bagi pohon melati yang membutuhkannya. Ternyata pohon srikoyo ini ketika matinyapun masih bisa mendatangkan kebaikan bagi makhluq yang lain.

Alangkah indahnya bila hal ini terjadi pada manusia. Ketika hidupnya manusia bisa berbuat baik dan bermanfaat bagi umat manusia dan seluruh ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala, dan ketika meninggalnyapun masih meninggalkan berbagai manfaat. Ulama-ulama yang sudah meninggal ratusan tahun yang lalu masih bisa kita manfaatkan melalui buku-buku karya beliau. Juga tehnologi yang sekarang makin maju juga awalnya merupakan karya manusia-manusia yang sudah meninggalkan kita ratusan bahkan ribuuan tahun yang lalu.

Bila melihat pohon srikoyo itu saya kadang membayangkan, betapa besar pahala yang masih mengalir, bila itu terjadi pada manusia. Ketika manusia sudah meninggal tentunya ia akan pasip, tidak bisa berbuat apa-apa. Namun ada hal-hal yang ditinggalkan olehnya masih terus hidup dan dipakai oleh manusia-manusia yang masih hidup. Benarlah tentang hadits nabi yang menerangkan tentang amal jariyah, amalan yang akan mengalir terus pahalanya karena manusia yang masih hidup selalu mengambil manfaat dari amalan yang ia perbuat ketika masih hidup.

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh

(HR. Muslim no. 1631)

Sekarang tinggal kita yang harus berusaha agar bisa beramal yang amalan itu tak akan hilang pahalanya ketika kita meninggal nanti. Sebatang pohon srikoyo saja dapat melakukannya apalagi manusia.

Kembali ke pohon srikoyo saya… karena pohon ini sudah mati, maka saya tanam di dekatnya pohon talok, semoga pohon talok ini juga mendatangkan banyak kebaikan. Alhamdulillah pertumbuhannya sudah cukup baik, cepat sekali menjadi besar. Walaupun buahnya kecil-kecil dan tidak senikmat buah-buah yang lain, tapi burung-burung begitu suka. Biarlah, kalau tidak bisa sedekah kepada manusia, kepada hewan–hewanpun tak masalah. Juga ada yang meyakini kalau buah pohon talok bisa untuk mengobati asam urat. Entahlah… semoga memang benar…

ni dia pohon taloknya

ni dia pohon taloknya

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk edisi perdana saya setelah lama vakum.

9 thoughts on “Yang matipun masih bisa berbuat kebaikan

  1. turut berduka cita buat pohon sirkoyo nya…😥
    hanya ilmu dan amal yang bisa manusia bawa mati,, bantal ma kasur apalagi tipi gag bisa di nyalain di alam kubur,, hihihi

    Suka

  2. Alhamdulillah sudah sempat menulis lagi ya Mas. apalagi langsung berbagi “pelajaran hidup” bagi para pembaca. Hati yang jernih memang dimudahkan untuk mengambil hikmah dari apapun yg terjadi di depan mata. Terima kasih sdh berbagi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s