Haji Bagi Pasien Hemodialisa

IMG-20141016-WA0000“Pak… pasien hemodialisa apa boleh haji dan umrah?” Pertanyaan ini pernah saya dapati dari beberapa pasien saya. Sebagai umat Islam, bisa berhaji dan umrah tentunya merupakan sebuah cita-cita yang diidam-idamkan. Namun keterbatasan diri kadang menghalangi niat mulia ini. Keterbatasan harta, fisik, atau waktu kadang menjadi penghalang yang tidak bisa dihindari. Begitu juga dengan pasien yang menjalani hemodialisa seumur hidup, tentunya menjadi masalah tersendiri karena ketergantungan terhadap tindakan hemodialisa begitu tinggi.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, menyatakan bahwa. Penderita gagal ginjal kronis dengan cuci darah maupun CAPD tidak lagi bisa berangkat ke tanah suci. Banyak sekali kendala di lapangan saat pelayanan jemaah dengan keadaan tersebut diatas terutama saat pelayanan cuci darah. Namun Haji adalah panggilan Allah, kadang ada yang bisa lolos berangkat ke tanah suci. Semua itu adalah berkat pertolongan Allah.

Sebagai informasi awal, hemodialisa di Kerajaan Arab Saudi tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Jadi tidak usah pusing-pusing memikirkan biaya tambahan untuk hemodialisa di tanah Arab. Yang perlu diperhatikan malah persiapan selama di tanah air sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Saya akan mengutarakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi agar proses haji pasien hemodialisa bisa berjalan dengan baik. Hal yang saya tulis merupakan opini pribadi dari pengalaman dan modul ketika seminar dan pelatihan, bukan dari jurnal atau penelitian. Tapi beberapa pasien saya yang melakukan ibadah haji dan umrah semua bisa beribadah dengan baik ketika melaksanakan advis ini.

IMG-20141023-WA0031

TKHI mengantar jamaah haji pasien hemodialisa…

Siapkan dokumen

  1. Fotocopy paspor (dengan jumlah yang cukup). Lakukan di Indonesia karena di Arab Saudi akan kesulitan mencari penjual jasa foto copy.
  2. Dokumen bagi jamaah haji yang berhubungan dengan kesehatannya adalah Buku Kesehatan Jamaah Haji (BKJH). BKJH atau buku hijau dikeluarkan oleh puskesmas tempat jamaah haji tinggal sesuai e-KTP, di buku ini tercatat semua riwayat sakit jamaah haji. Laporkan pada petugas puskesmas tentang hemodialisa, berapa kali seminggu, obat-obat yang dikonsumsi yang berhubungan dengan proses hemodialisa.
  3. Surat Traveling pasien hemodialisa merupakan dokumen yang harus dibawa jamaah haji dengan hemodialisa. Surat traveling dikeluarkan oleh center hemodialisa tempat jamaah calon haji biasa melakukan hemodialisa rutin. Surat Traveling berisi resume data pasien, dari identitas, pemeriksaan fisik, hingga tindakan medis. Surat traveling diberikan kepada petugas TKHI Kloter untuk pendaftaran hemodialisa di center hemodialisa Rumah Sakit Arab Saudi.
  4. Pemeriksaan penunjang standar pemeriksaan jamaah haji, plus pemeriksaan laboratorium wajib bagi pasien hemodialisa yang meliputi darah rutin ( Hb, Al, At, Hct ), SI/TIBC, albumin, ureum, kreatinin, Hbsag, Anti HCV, HIV. Hasil pemeriksaan penunjang dilampirkan di surat traveling.

Siapkan Fisik

Persiapan fisik sangat dibutuhkan agar haji bisa lebih sempurna. Persiapan fisik dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

  1. Lihat pemeriksaan laboratorium Hemoglobin ( Hb ). Pastikan Hb 10 g/dl sampai dengan 12 g/dl. Hemoglobin diperlukan untuk transport oksigen ke seluruh tubuh, terutama ketika penerbangan di atas 40.000 kaki, karena di ketinggian itu oksigen sangat tipis. Bila Hb di bawah 10 g/dl harus dikoreksi dengan penambahan darah tranfusi, dilakukan saat proses Hemodialisa yang terakhir. Sedangkan untuk menstabilkan hemoglobin selama di Arab Saudi bisa diberikan suntikan eritropoetin sesuai dengan petunjuk dokter. Hati-hati membawa obat injeksi, laporkan dan titipkan kepada TKHI Kloter, karena pihak imigrasi Arab Saudi akan mempersulit pemeriksaan bila ada jamaah yang membawa obat injeksi ( Mungkin dikira narkoba ).
  2. Bila nilai SI/TIBC dan albumin di bawah normal lebih baik dinormalkan dulu. Konsultasikan dengan dokter untuk menormalkannya.
  3. Usahakan untuk Hemodialisa sehari sebelum berangkat, ini bertujuan untuk meminimalkan sisa metabolisme dalam tubuh, juga retensi cairan.
  4. Pamitan haji jangan terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan, karena menerima tamu dengan jumlah yang banyak akan menimbulkan kelelahan fisik yang akut.

Koordinasi dengan petugas haji

  1. Bila takut dengan keadaan diri selama di arab saudi bisa dikoordinasikan dengan petugas haji kabupaten untuk melakukan oper jamaah dengan kabupaten lain. Bergabung dengan kabupaten dengan kloter akhir merupakan hal yang tepat. Hal ini akan diteruskan nanti selama di Arab Saudi untuk kepulangannya. Bisa dikoordinasikan dengan petugas TKHI untuk pulang lebih awal dengan kloter awal. Tanazul istilahnya, yaitu memisahkan diri dari jamaah. Normal tinggal di Arab Saudi adalah 41 hari, tapi normal untuk ibadah haji dengan waktu 15 hari saja sudah cukup. Ini demi keamanan diri.
  2. Segera lapor Team Kesehatan Haji Indonesia ( TKHI ), karena TKHI yang akan menghandle seluruh proses hemodialisa di Arab Saudi. TKHI lah yang akan mendaftarkan dan mencarikan jadwal hemodialisa selama di Arab Saudi. Pada proses selanjutnya di Arab Saudi, jamaah akan diantar ke Rumah Sakit Arab Saudi dengan menggunakan ambulan BPHI.
Klinik hemodialisa di Madinah

Klinik hemodialisa di Madinah

Tips ketika di Arab Saudi

  1. Usahakan ada pendamping, lebih baik dari keluarga, kalaupun tidak ada keluarga, bisa didampingi oleh orang yang terpercaya. Pendamping diperlukan untuk menjaga jamaah haji pasien hemodialisa dari hal-hal yang bisa menimbulkan penurunan kondisi fisik. Kedisiplinan pasien hemodialisa dalam mengatur hal-hal yang dilarang maupun hal-hal yang wajib dilaksanakan kadang kurang baik bila tidak ada pendamping atau yang mengawasi.
  2. Usahakan ada kursi roda, meskipun kondisi pasien baik-baik saja. Kursi roda digunakan untuk menghemat energi ketika harus melakukan aktifitas fisik yang berat. Kursi roda bisa dibawa dari tanah air, namun kalau ingin membeli di tanah suci juga bisa. Dijual di apotik dengan harga 250 riyal pada tahun 2014.
  3. Anjurkan untuk menjaga kondisi tubuh, dengan makan makanan yang bergizi sesuai dengan arahan dari dokter
  4. Minum obat secara teratur
  5. Tetap batasi minum dan makan makanan yang mengandung kalium tinggi. Buah kurma termasuk buah yang berkalium tinggi, maka lebih baik dihindari.
  6. Pantau berat badan harian, bila kenaikan melebihi 5% dari berat tubuh, konsultasikan kepada TKHI, apakah perlu hemodialisa extra.
  7. Usahakan jangan berlama-lama pada tempat yang terkena terik matahari, karena cuaca yang panas bisa merangsang haus yang tak tertahankan, sehingga memicu minum menjadi banyak.
  8. Batasi aktifitas fisik yang tidak penting seperti belanja dan jalan-jalan wisata, terutama sebelum waktu haji.

Demikian merupakan tips dan hal-hal yang perlu dilakukan jamaah haji dengan hemodialisa. Tetap semangat, niat yang baik dan selalu berdoa mengharap pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, In sya Allah akan dimudahkan-Nya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

6 thoughts on “Haji Bagi Pasien Hemodialisa

    • Peraturan Menteri Kesehatan No. 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, menyatakan bahwa. Penderita gagal ginjal kronis dengan cuci darah maupun CAPD tidak lagi bisa berangkat ke tanah suci. Namun Haji adalah panggilan Allah, kadang ada yang bisa lolos berangkat ke tanah suci. Semua itu adalah berkat pertolongan Allah.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s