Tips Mengambil Uang di ATM Arab Saudi

logo-cirrusJamaah haji reguler dibekali uang living cost sebanyak 1500 riyal. Uang living cost digunakan untuk membayar dam, dan biaya hidup selama 41 hari di Arab Saudi. Bila dikurskan ke rupiah kurang lebihnya 5 juta rupiah. Cukupkah??

Kalau dihitung secara matematis, angka 1500 riyal itu kelihatan sedikit. Uang living cost pertama kali dialokasikan untuk membayar dam. Dam adalah denda yang harus dibayarkan jamaah haji karena melanggar larangan. Namun, dam bukan hanya masalah denda, tapi bisa menjadi masalah kewajiban. Khusus jamaah haji Indinesia, semua jamaah haji pasti kena dam, karena melaksanakan haji tamattu’. Dam haji tamattu’ yaitu menyembelih seekor kambing. Harga kambing di Saudi berkisar antara 400 riyal s/d 450 riyal. Jadi, uang living cost yang tersisa adalah 1050 riyal.

Sebetulnya dengan uang living cost sebanyak itu sudah cukup, bahkan lebih kalau hanya dipergunakan untuk hidup di Saudi selama 41 hari. Masalah makan di Saudi sudah dijamin pemerintah RI dalam bentuk catering. Makan, minum air mineral, buah sudah cukup melimpah. Belum lagi kalau ada dermawan yang membagikan halalan (sebutan untuk hal-hal yang gratis), bahkan di kamar bisa menumpuk beberapa makanan. Kalau masalah makan, dijamin ga bakalan kelaparan.

Namun… jamaah Indonesia itu hobbynya belanja. Pakaian, elektronik, perhiasan emas, kuliner, apa saja dibeli. Hal inilah yang membuat living cost terasa tidak cukup. Untuk haji plus malah tidak ada living cost sama sekali. Sehingga jamaah haji harus membawa bekal uang dari indonesia.

Ada 4 cara yang sering dilakukan jamaah haji Indonesia dalam menambah living cost di Saudi Arabia.

Beli Riyal di Indonesia

Alternatif pertama adalah beli riyal di Indonesia. Beli riyal di Indonesia bukan alternatif yang tepat, karena harga Riyal di Indonesia sangat mahal. Pecahan kecil dari riyal saja bisa mencapai harga 3800 s/d 4000 rupiah per 1 riyal. Bagi sebagian jamaah, hal ini merupakan alternatif yang praktis, karena tidak perlu repot-repot tukar uang di Saudi.

Membawa Rupiah yang Banyak untuk ditukar Riyal di Saudi

Alternatif kedua adalah membawa rupiah untuk ditukar di Arab saudi. Meskipun sedikit merepotkan, tetapi langkah ini lebih menguntungkan, karena harga riyal di Saudi jauh lebih murah. Tidak semua pecahan rupiah laku di Saudi. Hanya pecahan 50.000 dan 100.000 saja yang mereka mau, selainnya mereka anggap bukan uang. Kelemahannya adalah mereka akan menukar uang kita dengan pecahan yang besar. Jadinya kita kesulitan bila membutuhkan uang riyal dengan pecahan kecil.

money changer di saudi

money changer di saudi

Cukup Membawa ATM

Metode ini cukup praktis, tidak usah susah-susah bawa uang dari Indonesia. Kelemahannya adalah justru di pihak pengetahuan jamaah haji sendiri. Jamaah kurang tahu cara menggunakan ATM di Saudi.Perbedaan mesin ATM dan kurangnya informasi dari Indonesia membuat jamaah menjadi kesulitan.

ATM di Mekah dapat dijumpai antara lain di kompleks pertokoan yang terdapat di area hotel dekat Masjidil Harom, seperti di depan Hilton Tower, Hotel Sofwa Orchid, Grand Zam-zam Tower. Sedangkan di Madinah ATM bisa jamaah haji temukan diantara pertokoan di depan halaman utama masjid Nabawi seperti dibawah Taiba Suites, Hilton Suites, dan Movenpick Hotel.

Selain itu beberapa supermarket dan toko di Mekkah dan Madninah juga sudah menggunakan mesin EDC (electronic data capture) untuk berbelanja tanpa tunai dengan fungsi sebagai kartu debit. Penggunaan kartu ATM ini diharapkan dapat menekan kasus kriminalitas yang terkait uang, seperti hilang, dicuri, atau perampasan.

4-lokasi-atm-strategis-dekat-masjidil-haram

Pada tulisan di bawah nanti akan saya jelaskan tentang tips mengambil uang di ATM saudi.

Menggabungkan ketiga metode di atas

Yang paling aman adalah menukarkan uang rupiah di Indonesia dalam pecahan kecil, maksimal 100 riyal, kemudian membawa uang rupiah, secukupnya, dan membawa ATM dengan saldo yang cukup banyak.

Tips Mengambil Uang di ATM Arab Saudi

  1. Baca Basmallah.
  2. Pastikan Saldo uang kita cukup untuk penarikan tunai.
  3. Cocokkan logo jaringan internasional pada kartu ATM kita dengan logo jaringan Internasional di ATM, seperti Visa, Visa Electron, Master Card, Maestro, Cirrus, Plus, Alto dll. Logo harus cocok, kalau tidak cocok kartu kita akan ditolak. logo-internasional
  4. Masukkan kartu, tunggu beberapa saat maka akan muncul menu pilihan bahasa, pencet tombol ke bahasa Inggris.
  5. Selanjutnya ketik nomor PIN, maka akan muncul menu transaksi. pilih cash withdrawal
  6. Selanjutnya ada pilihan jumlah riyal yang akan kita ambil. Berbeda dengan di Indonesia yang hanya memiliki satu jenis pecahan mata uang rupiah di satu mesin ATM, jumlah pilihan penarikan yang diberikan oleh Bank di Saudi terdiri dari pilihan 50, 100, 500, 1000, 1500, 2000, dan 5000 Riyal. Dan pilihan other amount jika jamaah ingin melakukan penarikan dalam jumlah yang berbeda, mata uang yang diberikan pun beragam dimulai dari pecahan 20, 50, 100, 200 dan 500 riyal dalam satu mesin ATM.
  7. Bila mau melakukan penarikan dalam jumlah besar, maka harus disesuaikan dengan maksimal penarikan sehari melalui ATM di Indonesia. Rata-rata penarikan maksimal per hari adalah 5 juta rupiah, kurskan dengan riyal, maka didapatkan angka kurang lebih 1500 riyal. Pilih 1500 riyal.
  8. Bila transaksi berhasil maka uang akan keluar dengan pecahan yang berbeda, namun jumlahnya tetap 1500 riyal. Kita akan mendapatkan struk bukti transaksi dengan catatan sisa saldo dalam angka riyal.
  9. Setiap penarikan tunai akan dikenakan biaya administrasi, rata-rata bank di Indonesia akan menarik biaya Rp 25.000,00 per transaksi. Jadi, untuk berhemat, lebih baik melakukan sekali transaksi dengan jumlah yang banyak.
  10. Ambil uang kita, jangan lupa ucapkan alhamdulillah.
  11. CATATAN : Jangan sekali-kali memilih menu informasi saldo, karena akan ada potongan biaya yang besar setiap kali transaksi.

Lebih jelasnya bisa dilihat di video di bawah ini

Semoga bermanfaat…

10 thoughts on “Tips Mengambil Uang di ATM Arab Saudi

  1. Frany Fatmaningrum berkata:

    Ahhh, post nya keren, Pak haji. Pengalaman saya (umroh sih), tukar rupiah ke riyal dan dollar saja. Di sana dollar tinggal tukar ke riyal. Saya ga tau pasti ada keuntungan atau tidak dari dollar ke rupiah. Ini sekedar kebiasaan saja jaga2 tiap ke LN bawa sedikit dollar.

    Suka

    • Kebiasaan jamaah calon haji Indonesia itu dapat titipan doa… ditulis panjang banget daftar yang titip doa… selainnya ada juga yang titip dibelikan oleh-oleh… yang ini harus pakai uang masalahnya…

      Disukai oleh 1 orang

    • DAM untuk jamaah haji Indonesia bukan karena melanggar larangan, Tetapi karena jamaah haji Indonesia melakukan haji tamattu’ yaitu haji yang santai. Haji ada 3 : Haji Tamattu’, Haji Qiran, dan Haji Ifrad. Haji tamattu’ wajib membayar DAM berupa menyembelih seekor kambing, dan hal ini wajib dilaksanakan.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s