Padang Arafah, Pohon Soekarno dan Tanda-Tanda Akhir Zaman

padang-arafahSebentar lagi padang Arafah akan menjadi tempat berkumpulnya jamaah calon haji dari seluruh penjuru dunia. Wukuf di Arafah adalah puncak dari pelaksanaan ibadah haji. Semua harus hadir di situ, tua, muda, laki-laki, wanita, yang sehat, yang sakit, yang sadar, yang tidak sadar, semua tanpa terkecuali. Wukuf di Arofah merupakan salah satu dari rukun haji yang berarti tidak boleh ditingggalkan, dan harus dilaksanakan secara serempak di tanggal 9 Dzulhijjah.Rukun yang lain boleh dikerjakan sendiri-sendiri tapi wukuf hanya ada di satu hari itu. Sebagaimana yang disabdakan oleh rasulullah اَلْحَجُّ عَرَفَةٌ (haji adalah Arafah), maksudnya puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Siapa yang tidak mengikuti wukuf pada tanggal tersebut maka hajinya tidak sah dan harus diulang.

Padang Arafah luasnya sekitar 5,5 x 3,5 km, yang dikelilingi bukit-bukit. Salah satunya adalah Jabal Rahmah, yaitu bukit yang diyakini sebagai tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah dipisahkan kembali selama 300 tahun dari surga. Meskipun padang arofah merupakan daerah yang tandus, berbatu dan berpasir, ada satu pemandangan unik yang mengusik hati saya, yaitu adanya satu jenis pohon yang menurutku ketika itu adalah pohon khas dari padang Arofah. Pohonnya mirip pohon mimba atau mindi kalau di Indonesia, tapi daunnya lebih terlihat hijau menguning seperti daun pohon yang kekurangan air.

pohon-sukarno

664xauto-kisah-pohon-soekarno-tempat-berteduh-jemaah-haji-di-arafah-150922p

Banyak pohon yang besar sehingga terasa rindang bila berteduh di bawahnya, namun banyak juga pohon yang masih setinggi saya. Saya yakin 10 tahun ke depan padang Arofah in sya Allah akan menjadi tempat yang rindang dengan pohon-pohon yang sekarang masih kecil itu.

petugas haji berteduh di bawah pohon soekarno

petugas haji berteduh di bawah pohon soekarno

pohom mimba

pohon mimba di samping kantor saya

Baru setelah sampai di tanah air saya tahu bahwa pohon itu di Arab Saudi bernama pohon Soekarno. Wihhhh, hebat sekali ada pohon namanya sama dengan nama presiden kita yang pertama. Dari Eyang Gugel saya mendapatkan wangsit, bahwa ternyata pohon itu sebetulnya pohon dari Indonesia, ya pohon mimba atau mindi itu, dan ditanam oleh presiden pertama kita Bapak Ir. Soekarno. Roso Daras dalam bukunyaSoekarno, Sejarah yang Tercecer menuliskan, dinamakan pohon Soekarno, sebagai penghargaan bangsa Arab kepada Presiden Republik Indonesia yang pertama itu. Saya akui ide Pak Karno begitu brilliant. Konon, Pak Karno lah yang memilihkan jenis tanaman, hingga menyiapkan sebuah tim penghijauan di Arafah. Tidak terbayangkan di tahun itu ketika transportasi ke Saudi memakai kapal, banyak pohon mimba yang akan menjadi saksi manusia dalam mengerjakan ibadah haji yang mulia. Dengan izin Allah, padang tandus dengan permukaan batu cadas nan gersang, berhasil dihijaukan. Raja Fahd, ketika itu sangat berterima kasih dan mengabadikan nama “pohon soekarno” untuk pohon-pohon yang sekarang menghijaukan areal di Arafah tersebut.

batas arafah di antara pohon Soekarno

batas arafah di antara pohon Soekarno

Lalu di sinilah letak sebuah kebenaran hadits Rasulullah tentang akhir zaman, dan ternyata peran Pak Karno menunjang kebenaran hadits ini. Hal ini sudah diberitakan Rasulullah sejak kurang lebih 1500 tahun yang lalu dalam sebuah hadits  yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 157 dari Abu Hurairah secara marfu’ dengan lafazh:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَكْثُرَ الْمَالُ وَيَفِيضَ حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ بِزَكَاةِ مَالِهِ فَلَا يَجِدُ أَحَدًا يَقْبَلُهَا مِنْهُ وَحَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya, tetapi dia tidak mendapatkan seorang pun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi murujan wa anharan.
Sebagian menerjemahkan kata murujan wa anharan dengan: Subur lagi makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.”

Entahlah… apakah fenomena ini merupakan jawaban dari hadits tersebut di atas, hanya Allah lah yang mengetahuinya..

Wallahu a’lam bishshowwab…

28 thoughts on “Padang Arafah, Pohon Soekarno dan Tanda-Tanda Akhir Zaman

  1. idanursilawati berkata:

    Belakangan kan arab selalu hujan es. Es es yang meresap ke tanah tandus itu akan menyuburkan gurun2 disana. Hasil penelitian begitu, bangunan tinggi juga buanyak kan sekarang di Dubai. Tertinggi di dunia malah. Akhir zaman juga gak papa, yang pentinh kita atas izin Allah termasuk dalam golongan umatnya yang mendapat petunjuk. Amin.

    Suka

  2. Frany Fatmaningrum berkata:

    Subhanallah. Tanda yg entah disadari atau tidak. Rumah2 di sana yang memiliki taman di halamannya, yg sudah ‘hijau’ itu suatu kebanggaan. Banyak juga tanda akhir jaman lainnya, semoga kita termasuk orang2 yg mendapat pertolongan Allah.

    Suka

  3. pradilamaulia berkata:

    MasyaAllah… terimakasih sharingnya kang… saya pernah juga mendengar ttg pohon soekarno, tp tidak sampai dijelaskan seperti tulisan kang nur yang juga dikaitkan dengan hadist ttg akhir zaman…😁

    Suka

    • Saya malah duluan tahu haditsnya mbak… Tapi ternyata apa yang diberitakan dalam hadits sepertinya sesuai kenyataan sekarang, dan semua itu terjadi awalnya tanpa disadari. Wallahu a’lam

      Suka

  4. bersapedahan berkata:

    pohon soekarno sangat terkenal di Padang Arafah … di tanah tandus saja bisa tumbh pohon .. tapi di indonesia yang subur .. di kota2 pohonnya malah jarang

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s