Curhat Sang Hujan

hujanUntuk kesekian kalinya, hari ini aku diciptakan kembali oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Iya… Aku diciptakan kembali, Allah menciptakanku tidak seperti penciptaan Adam yang menggunakan kalimat “KUN fayakun” , tapi Dia menciptakanku melalui sebuah proses yang berulang-ulang, dari air yang menguap kemudian berubah menjadi awan, terus berubah menjadi tetes-tetes air yang menetes kembali ke bumi. Iya… Itulah diriku, hujan yang selalu kalian nantikan tatapi kadang kalian cela keberadaanku.

Beberapa bulan yang lalu kalian begitu merindukanku. Waktu tiga bulan sebetulnya bukan waktu yang lama, tetapi kalian benar-benar kehilangan diriku. Iya… cuma tiga bulan aku tidak hadir di hadapan kalian, tetapi sumur-sumur kalian sudah mengering, tanaman kalian mati kekeringan, tanah-tanah kalian menghitam karena rumput hijaupun tak bisa tumbuh, hewan ternak kalian tak lagi merasakan nikmatnya rumput hijau, dan kalian sendiri… takut akan hilangnya sumber air tempat kalian mengambil air minum. Hutan kalian pun terbakar, asapnya mengotori udara kalian, terhirup oleh paru-paru kalian, sehingga kalian benar-benar merindukan diriku secepatnya.

Kerinduan kalian akhirnya sudah pada taraf rindu berat… sehingga kalian memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, melalui sholat istisqa’ kalian. Wajah kalian tertunduk memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, baju kalian bukan baju terindah yang engkau pakai ketika iedul fithri. Tangan kalian menengadah ke langit tinggi, tulus memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Robb kita semua. Akupun juga berdoa, agar Allah menciptakan aku kembali. Wahai manusia… istighfarlah, mohon ampunlah terhadap dosa-dosamu, karena dosa-dosamulah yang membuat aku tidak segera diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’la.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (١٢)

maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu. Q.S. Nuh : 10-12.

Allah mengabulkan doamu, Dia ciptakan diriku melalui perantara malaikat Mikail, gerimis pertama yang belum deras, hanya sekedar membasahi tanah yang menimbulkan bau ampo. Aku disambut dengan suka cita, lihatlah rumah di pojok jalan itu, seorang ibu menggendong bayinya, memandangku dari balik kaca jendela, sambil mengucapkan doa, seakan-akan yang berdoa adalah sang jabang bayi

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”

Sang ibu pun melanjutkan dengan do’a lainnya, karena ia tahu bahwa waktu hujan adalah waktu yang diijabahi, waktu yang akan dikabulkan doanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Ia ingat dengan hadits Rasulullah, dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

Sebetulnya Allah menciptakanku bukan karena kalian manusia, tapi karena binatang ternaklah kami diciptakan. Binatang ternak walaupun ia binatang ia ta’at kepada Allah, dengan cara mereka sendiri. Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ يَمْنَعْ قَوْمٌ زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ , وَلَوْلا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.

Jika suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.”HR. Thobroni dalam Al Mu’jam Al Kabir (13619). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih Al Jami no. 5204.

Betul kan… kalian manusia itu sebetulnya harus berterima kasih kepada binatang ternak itu, kalian hanyalah “ndhompleng kamulyan”, ikut merasakan kemulyaan makhluq lain.

Hari ini aku diciptakan Allah kembali, setelah kemarin dan kemarinnya aku juga diciptakan. Beberapa hari ini Allah menciptakanku dengan cukup deras, tidak peduli siang, malam, sore, atau pagi. Karena ini kalian banyak mencaci aku. Tadi pagi, aku belum diciptakan pedagang es di pojok pasar itu sudah mencaciku, katanya kemarin rugi banyak karena dagangannya tidak laku. Kemarin sore hampir seisi stadion sepak bola juga mencaciku, kata mereka gara-gara aku pertandingan sepak bolanya jadi ditunda. Terus hari Ahad kemarin, aku juga dicaci penghuni rumah yang melakukan hajatan temanten, katanya gara-gara aku, tamu mereka jadi enggan datang.

gambar pinjam dari radarpena.com

gambar pinjam dari radarpena.com

Sesungguhnya, aku itu sama dengan kalian, aku hanyalah makhluq Allah, hanya wujudnya saja yang berbeda. Aku yang turun, deras atau hanya gerimis, itu semua adalah atas perintah aturan Allah. Aku tidak bersalah…aku hanya patuh atas perintah Allah, apa yang kulakukan tidak pernah menyimpang dari aturan Allah subhanahu wa Ta’ala. Maka…mencela dan menghujatku secara tidak langsung sama saja dengan menghujat sang penciptaku yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.Padahal Allah menurunkanku adalah sebagai rahmat Allah kepada makhluqnya.

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَنَزَّلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً۬ مُّبَـٰرَكً۬ا فَأَنۢبَتۡنَا بِهِۦ جَنَّـٰتٍ۬ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam”

(Qs Qaaf 9).

Lalu apakah pantas bagi sebagian orang yang menolakku padahal aku adalah air yang penuh berkah. Lihatlah beberapa dari kalian rela berbuat kesyirikan dengan mengundang pawang hujan untuk menolakku hanya karena anggapan mereka tentang aku yang akan merusak acara mereka. Astaghfirullah…mereka rela menukar berkah dengan kesyirikan, semoga hal ini tidak akan terjadi lagi.

Sore ini aku diciptakan, deraaaaassssss sekali… Kulihat Hasan kecil mengajakku bermain, senang sekali melihatnya mempermainkan diriku diantara roda sepedanya yang tanpa selebor, bajunya kotor karena terkena muncratanku yang bercampur tanah jalanan. Kusiram dia sederas-derasnya sampai hasan puas dan pulang ke rumahnya… disambut oleh sang ayah dengan tatapan garang…marah… iya kelihatannya marah. Hasan tertunduk tidak berani menatap sang ayah, sedih aku melihatnya, tak terasa aku menangis deras, sehingga aku tidak mendengar suara sang ayah yang marah, karena tangisanku menimpa galvalum dan fiberglass di atap rumahnya yang super berisik.

Padahal aku ingat masa kecil sang ayah. Dia dulu adalah sahabatku juga. Ketika itu aku begitu deras-derasnya, dia dan teman-temannya sering bermain bersamaku sampai basah kuyub. Lari-lari, sepak bola, berendam di sawah yang dilewati air dengan arus yang tidak begitu deras, sampai-sampai bibir dan ujung jari kebiruan dan telapak tangan keriput.Maklum dia anak desa, orang tuanya tidak pernah melarang atau memarahinya ketika pulang-pulang dalam keadaan basah dan kotor. Alhamdulillah saat itu dia sehat-sehat saja, badan tidak menjadi demam atau pilek, malah menjadi kebal. Harusnya saat ini dia tidak sepantasnya memarahi Hasan, karena masa kecilnya dahulu dia adalah sahabatku.

Lho… koq Hasan keluar lagi, mengajakku bermain, malah dia mengajak Husein adiknya juga. Oooo… ternyata sang ayah marah bukan karena Hasan hujan-hujanan tetapi karena Hasan pulang sekolah tidak pulang dulu, tapi langsung bermain tanpa ijin ayahnya. Sekarang Hasan dan Husein benar-benar merasakan kebebasan bermain sebagai layaknya anak kecil.

Lain tempat aku juga diciptakan begitu deras, aku jadi bingung ketika sampai bumi aku harusnya segera meresap ke dalam tanah, tapi tanah resapanku sekarang sudah tertutup aspal, tertutup plester semen, tertutup paving, tertutup megahnya perumahan mewah. Sungaiku menjadi dangkal karena banyaknya sampah yang tergenang. Gunungku menjadi gundul karena pohon-pohon kalian tebangi. Aku jadi kehilangan tempat mengalir, jadi kehilangan tempat meresap. Maafkan aku bila menjadikan banjir dan tanah longsor, karena memang aku butuh tempat untuk mengalir dan meresap. Tolong tangan-tangan kalian jangan merusak jalanku dan tempat resapanku, karena aku tanpa itu akan menjadi bencana bagi kalian.

Malam ini aku masih diciptakan Allah, kulihat Hasan dan Husein kecil tertidur lelap, kelelahan karena keasyikan bermain bersamaku. Semakin nyenyak saja karena diiringi oleh musik kodok bangkong di belakang rumahnya. Sebelumnya Husein berpesan pada Ibunya agar dibangunkan pagi-pagi, karena besok pagi akan bermain besama laron dan semut terbang.

وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ‌ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ

“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

(Qs Al-Anbiya’ 30).

Semoga kalian semua bisa mendapatkan hikmah dari penciptaanku.

——————

Tulisan ini aku ikut sertakan event giveaway “Cerita Hujan” agungrangga.com

banner giveaway cerita hujan

 

32 thoughts on “Curhat Sang Hujan

  1. Yulia berkata:

    MasyaAlloh,,, suka suka tulisan ini Kang… Karena aku adalah penanti hujan,,, biar sepatu kuyup, gamis blepotan lumpur… Asalkan itu karena hujan aku rela… Hehe… Karena aku adalah pemburu waktu waktu mustajab untuk memohon pertolongan Alloh… Karena hujan adalah salah satunya. Tapi sayang masih saja ada yg mencelanya…

    Suka

  2. tuaffi berkata:

    😦 kalau hujan beneran curhat begini, sedih rasanya,
    saya suka sekali dengan hujan, dan benar belakangan ini hujan seringkali dapat umpatan karena datangnya di waktu yang tidak tepat. lah itu kan salah manusia sendiri (termasuk saya), berbuat kerusakan sekehendak hati.:/

    Suka

  3. Terima kasih kau menyegarkan pepohonan di kebun, mengisi pundi – pundi air tanah, menggemukkan tabungan embung. Selamat berpartisipasi di GA sahabat ya Kang Nur. Salam hujan

    Suka

  4. cinta1668 berkata:

    Kang Nur, nanya. Bnr ga sih kl pd saat hujan, sbaiknya brdoa agar dipertmukan jodoh bs sgra dikabulkan? Shbt Cinta nyaranin itu ke Cinta heee

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s