Galeri

Perjalanan Jauh menuju Wisata Bahari Lamongan

wisata bahari lamonganAlhamdulillah… perjalanan jauh menuju Wisata Bahari Lamongan terlaksana juga. Iya… perjalanannya begitu jauh. Jarak Solo – Lamongan cukup jauh, bisa semalaman perjalanan dengan menggunakan bus. Juga rencana ke sana sudah dirancang jauh-jauh hari, enam bulan sebelumnya. Acara “Wisata Keluarga Besar Unit Hemodialisa Rumah Sakit Islam Surakarta” berjalan cukup lancar, peserta puas, pulang tidur pulas, kembali kerja dengan suasana fress.

Perjalanan awal dimulai enam bulan yang lalu, ketika itu saya dan crew perawat hemodialisa tempat saya bekerja berkeinginan mengadakan family gathering. Tiap hari bergelut dengan rutinitas membuat pikiran jenuh juga. Unit hemodialisa mempunyai tingkat kejenuhan tinggi, karena rutinitas pekerjaan yang hanya itu-itu saja, juga dengan pasien yang itu-itu saja. Maka dari itu untuk menyegarkan pikiran kami semua diusulkan sebuah acara piknik, alhamdulillah usulan diterima oleh pimpinan dan direspon dengan baik.

Perjananan selanjutnya adalah menentukan tempat tujuan, ada yang usul ke Pacitan, Tawang Mangu, Jogja, Cimory, dll, akhirnya disepakati menuju ke suatu tempat yang jauh, ke Jawa Timur, tepatnya ke Wisata Bahari Lamongan. Perjalanan selanjutnya, membentuk panitia… aduh… saya diamanati jadi ketua, padahal saya buta tentang Lamongan. Dengan Bismillah, saya sanggupi amanah ini. Saya bentuk seksi-seksi yang akan saya ajak bekerja sama demi suksesnya acara ini.

Perjalanan selanjutnya menyusun anggaran keuangan, awalnya saya berencana menggunakan biro wisata, saya coba hubungi beberapa diantaranya, mereka rata-rata mematok biaya per @ Rp.420.000,- an, sebuah angka yang cukup fantastis bagi saya, mengingat uang kas tidak akan cukup dengan biaya segitu. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan maka diputuskan untuk tidak memakai biro, tapi coba dikelola sendiri. Browsing tiket, restoran, bus, dll, sampai semua perencanaan matang, alhamdulillah uang kas cukup bahkan ada kelebihan. Bahkan rutenya bisa ditambah ke jembatan Suramadu.

wisata bahari lamongan

Waktu berangkat yang ditunggu-tunggu  tiba, ketika bus Budi Jaya membunyikan klakson “Om telolet Om” menjemput kami semua di jam 10 malam di hari Sabtu tanggal 4 Februari 2017. Semua anggota masuk bus, siap dengan posisi masing-masing, sesaat kemudian bus berjalan dengan diiringi doa safar…

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)
(HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

Subuh menjelang, perjalanan sampai di daerah Bojonegoro, entah dimana tempatnya yang jelas saya asing dengan suasana masjid tempat kami shalat subuh. Yang jelas nuansa NU terlihat kental di sini. Selesai sholat subuh lanjut ke tujuan pertama, Jembatan Suramadu. Menuju Suramadu harus melewati Kabupaten Lamongan, tempat yang seharusnya kami tuju, sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan sawah tambak yang seumur-umur baru saat itu saya melihatnya. Sawah tambak yang tidak ditanami padi, tapi digunakan untuk memelihara ikan air tawar.

Jam 7 pagi, sampailah kami di Jembatan Suramadu, subhanallah… Sebuah karya manusia yang tentunya sangat bermanfaat bagi banyak manusia. Sebuah jembatan yang menghubungkan dua kampung saja begitu bermanfaat, apalagi yang menghubungkan dua pulau. Pemandangan selat di pagi hari dengan hiasan mendung di atasnya dan perahu-perahu yang tampak kecil dibawahnya, memanjakan mata saya untuk lebih lama berkedip. Sayang sekali bus hanya melintas, tidak berhenti sekedar untuk berselfie… Iya… kurang puas sebetulnya, tapi memang waktu terlalu mepet. Seharusnya waktu berangkat dari Solo bisa lebih sore dikit, mungkin jam 9 malam maka akan sampai di sana jam 6 pagi.

wp_ss_20170226_0002

wp_ss_20170226_0004

Jam 7.30, pas perut lagi lapar-laparnya minta dikasih sarapan, kami mampir di warung makan “Ole Olang” di daerah Bangkalan Madura. Menu andalannya bebek goreng, tapi kami pesan ayam goreng lengkap. alhamdulillah rasa makananya cukup enak, tempatnya juga nyaman, dan yang paling menyenangkan adalah sarana MCK cukup memadai. Kamar mandi dan toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan, cukup bersih, dan GRATIS… 😀 . Pelayanan dari pegawainya juga bagus, dengan logat maduranya yang sangat kental kami senang ngobrol bersama mereka.

warung makan ole olang

Selesai semua aktifitas di Rumah Makan Ole Olang, kami melanjutkan perjalanan ke tujuan utama kami, menuju Wisata Bahari Lamongan. Kembali melewati jembatan Suramadu, melintasi kota surabaya terus menuju ke Kabupaten Lamongan. Perjalanan masih cukup jauh, jauh dari perkiraan kami, karena kami awalnya mengira Madura – WBL cuma 2 jam saja. Ternyata kami sampai di WBL sekitar jam 11 siang.

wisata bahari lamongan

Terik matahari siang menyambut kedatangan kami. Kami cukup bersyukur dengan keadaan cuaca, maklum beberapa hari itu hujannya tiap hari dari pagi sampai pagi lagi. Kami cukup beruntung hari itu. Saya segera menuju ke loket untuk membeli tiket masuk.

Tips bagi yang mau beli tiket rombongan di Wisata Bahari Lamongan :

  1. Pastikan jumlah peserta rombongan Anda, yang dihitung adalah peserta dengan tinggi badan lebih dari 85 cm. Tarif tiket adalah Rp.100.000,- per orang. Tiap 30 tiket discount 1 tiket atau bonus 1 tiket, Anda bisa memilihnya.
  2. Apabila anda ragu dengan jumlah rombongan anda, belilah tiket dibawah jumlah perkiraan jumlah rombongan Anda. Misal Anda memperkirakan jumlah rombongan anda adalah 50 orang maka belilah tiket 48 orang. Bila Anda beli tiket lebih, maka tiket yang sudah terbeli tidak dapat ditukar uang lagi.
  3. Apabila tiket yang Anda beli ternyata sisa, ada solusi agar Anda tidak rugi. Datang saja ke tempat penjualan tiket, mintalah ijin pada petugas yang ada di situ, jualah tiket ke pengunjung dengan harga yang sama… In sya Allah banyak yang mau, daripada mengantri lama.

Ada beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi di Wisata Bahari Lamongan :

  • Dilarang membawa makanan (nasi, mie, lontong, dan sayur)
  • Anak-anak dengan tinggi badan > 85 cm dikenakan tiket penuh
  • Buka setiap hari mulai pukul 08.30 s/d 16.30 WIB
  • Tiket yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan
  • Tiket tidak dapat diwakilkan
  • Tiket tidak boleh rusak / terbuka
  • Tiket berlaku sehari penuh selama tanggal kunjungan
  • Tiket dipakaikan oleh petugas
  • Tiket anti air (waterproof)

Setelah urusan tiket selesai, maka semua masuk ke Wisata Bahari Lamongan, sebuah Area wisata seluas 11 hektar, cukup luas dan cukup membuat jari kaki menjadi keriting. Ada banyak wahana di sini, sayang sekali saya tidak tahu info ada berapa jumlahnya. Yang saya ingat saja ya, Galeri Kapal dan Kerang, Rumah Kucing, Sarang Bajak Laut, Playground Remaja, Kolam Renang Air Tawar, Kolam Renang Air Laut, Anjungan Walisongo, Playground Pasir, Goa Insektarium, Waterboom, Permainan Air, Kano, Rotary Coaster, Rumah Sakit Hantu, Bioskop 3 Dimensi, Boat dan Mini Bumper Car, Mini Columbus, Samba Jet, Planet Kaca, Arena Bermain, Motocross, Istana Boneka, Rodeo, Jet Coaster, Bumper Car, Space Shuttle, Tembak Air, Crazy Car, Ranger , Drop Zone , Paus Dangdut, dll.Semua wahana di atas sebagian besar gratis, sudah termasuk tiket masuk, tapi ada beberapa yang masih berbayar. Kalaupun berbayar tetap tidak mahal.

hasan dibelit ular

hasan dibelit ular

pantai tanjung kodok

pantai tanjung kodok

Wisata Bahari Lamongan juga dilengkapi cafetaria, meskipun menunya tidak begitu pas di lidah saya, tapi lumayanlah, bisa untuk mengisi energi yang sempat terkuras. Untuk oleh – oleh buat yang di rumah, kita tidak perlu pusing, karena di sekitar WBL sudah tersedia toko oleh-oleh yang cukup lengkap. Dari makanan khas lamongan, souvenir, baju dan kaos dengan sablon WBL, semua ada… lengkap. Tapi ingat, harus ditawar ya, karena mereka selalu menawarkan dagangan dengan harga yang kadang lebihnya terlalu banyak. Untuk masalah ibadah sholat jangan khawatir. Di luar wahana ada masjid cukup besar, dan di dalam wahaa juga ada mushola yang cukup luas pula.

Seharian keliling di WBL, ternyata semua wahana tidak bisa saya masuki. Pinginnya semua dimasuki, tapi kaki ini butuh istirahat juga. Tepat pukul 16.00 kami keluar arena WBL. Acara bebas, ada yang belanja, mandi, atau langsung menuju bus. Jam 17.00 menuju warung makan di depan WBL, makan sore sekalian menunggu saat maghrib.

Bagi yang pingin ke sana bisa lihat video di bawah ini :

Setelah sholat maghrib, kami pulang menuju kota Solo, dengan membawa kenangan indah dari Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tujuh jam perjalanan, semoga aman sampai tujuan. Jam 1.30 dinihari kami sampai di kota Solo, semua pulang dengan selamat… Alhamdulillah… entah kapan lagi saya akan bisa ke sana lagi.

Iklan

9 thoughts on “Perjalanan Jauh menuju Wisata Bahari Lamongan

  1. Frany Fatmaningrum berkata:

    Wow, asyik sekali family gathering-nya. Wahananya banyak juga ya. Toddler friendly kah? Lamongan mengingatkan saya sama abang2 tukang jual soto Lamongan. Hihi.

    Suka

    • Iya mbak… Toddler friendly. Jawa Timur sekarang memang lebih suka membuat wisata dengan model seperti ini. Malang merupakan daerah yang mempunyai wahana lebih luas lagi dengan label Jatim Park…

      Disukai oleh 1 orang

  2. Sukses Kang, gelaran family gatheringnya jadi berkah buat semua peserta. Asyiknya main di WBL mengalahkan sengatan matahari Lamongan ya. Tidak sempat lanjut ke kompleks goa Maharani di dekatnya nggih.

    Suka

    • Dananya tidak cukup mbak untuk beli tiket terusan ke maharani zoo… Lagian, seharian di WBL sudah cukup melelahkan dan semua wahana tidak bisa dimasuki semua…

      Suka

  3. Kok ga mampir ke rumah Kang, hehehe. Sekarang saya berdomisili di Kota Soto. Tapi masih sejam dari WBL. Kalau anak-anak kami lebih suka ke Goa Maharani, banyak binatang yang menarik mereka.

    Suka

    • Wah… ternyata rumahnya di lamongan, tahu gitu kemarin saya calling dulu. Kemarin mau ambil paket ke maharani dananya mepet mas, maklum hanya mengandalkan kas dari tempat kerja… Tapi rata-rata mengaku puas dengan semua yang ada di WBL

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s