Semilir Sepoi-Sepoi di Lembah Gunung Madu

Jarang yang tahu tentang lembah gunung Madu, meskipun orang yang berdomisili di Boyolali. Gunung Madu yang lebih tepatnya disebut bukit menurut kisah turun temurun dari embah-embah merupakan tempat persembunyian orang Indonesia pada jaman penjajahan Jepang dahulu. Saksi sejarah berupa goa buatan masih ada sampai sekarang. Daerah sekitar goa merupakan area sepi, jarang ada yang sekedar berhenti. Tapi itu dulu, ketika Lembah Gunung Madu belum dipermak.  Entah idenya siapa, tapi saya yakin yang punya ide tentunya seorang yang punya ide bisnis tingkat tinggi.

Goa buatan untuk persembunyian jaman jepang dulu kala

Tanah di sekitar Gunung Madu yang berada di kecamatan Simo Kabupaten Boyolali tidak mahal-mahal amat. Hal inilah letak kecerdasan sang pemilik Lembah Gunung Madu sekarang. Lokasi yang tidak begitu mahal disulap menjadi sebuah area wisata kuliner yang begitu luar biasa. Saat saya berkunjung ke sana, Lembah Gunung Madu belum sempurna pembangunannya, masih banyak pohon besar yang ditanam langsung. Salah satu kelemahan lembah ini adalah jarang ada pohon besar sehingga ketika panas terik, terasa sangat panas.

Turun ke area lembah langsung menuju tempat parkir, tarip parkir Rp2000,- untuk sepeda motor dan Rp5000 untuk mobil. Pengunjung langsung diarahkan menuju Cafe Joglo yang terletak di atas area parkir. Sejak awal saya sudah tidak berniat untuk mencicipi makanan di sini, cuma pingin lihat-lihat saja, maka cafe joglo lewat saja. Lagian saya melirik tarif… Es degan segelas Rp8000,-… Degan utuh Rp25.000,- … wih… Kalau ukuran kecamatan Simo harga segitu sudah diatas luar biasa. Sambil berjingkat-jingkat saya mencari jalan keluar dari cafe joglo menuju lokasi lembah yang lain. Keluar lewat jalan samping kanan joglo, masih melewati gazebo joglo yang cukup luas. Cocok banget untuk pertemuan, dengan duduk lesehan.

menuju cafe joglo

Gazebo… lewat… ga usah berjingkat, langsung menuju area yang semilir sejuk sepoi-sepoi. Duduk di bawah pohon beringin kecil sambil melihat jauh ke ujung timur, dimana bumi dan langit menyatu… Indah sekali. Saya membayangkan jika pagi hari akan melihat sunrise dengan sempurna. Mendongak ke atas langit biru dihiasi mega mendung saling berduaan damai berdampingan. Menunduk ke bawah dasar lembah sudah banyak dihuni oleh manusia, ada pondok pesantren Darusy Syahadah yang sering muncul di TV-TV. Sebuah pemandangan yang menyejukkan dan menentramkan hati.

gazebo besar

terinspirasi tulisan Hollywood… kira-kira gitu… tebak-tebak berhadiah

ada si jambul putih

tempat berteduh

gazebo kecil

tulisan dari dekat

memandang jauh ke timur

 

Lembah Gunung Madu belum sempurna. Masih banyak bangunan yang belum jadi, pohon-pohon belum tumbuh sempurna. Bila semua itu sudah sempurna saya yakin keindahannya akan semakin menjadi. Tapi kelihatannya saya akan pikir-pikir bila nantinya mau kesini hanya untuk pota poto, berselfie ria, karena tiap sudut sudah diseting untuk tempat menikmati sajian khas cafe joglo. Mungkin besok saya sudah tidak mampu berjingkat… tapi langsung lariiiiiiiiii…. Kabur……

pohon dan bangunan belum jadi

 

 

Iklan

10 thoughts on “Semilir Sepoi-Sepoi di Lembah Gunung Madu

  1. shiq4 berkata:

    Kalau daerah wisata makanan di dalam area memang biasanya mahal. Tapi tenang aja, biasany ada versi murahnya di sekitar area wisata kalau ramai nanti. Orang Indonesia sih kreatif. Tenang saja deh.

    Suka

  2. Frany Fatmaningrum berkata:

    Kalau saya gak salah, (maaf) lokasinya pelosok gitu kan ya. Lupa2 ingat, pernah ke Simo atau tidak. Tapi pernah dengar nama Simo itu. Keren ya, otak bisnisnya jalan banget.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s