Pitda IPDI Jateng 2017 : “Quality vs Cost : Sustainable Renal Care in Dialysis Unit”

“Quality vs Cost : Sustainable Renal Care in Dialysis Unit”, merupakan tema Pertemuan Ilmiah Tahunan Daerah Ikatan Perawat Dialysis Indonesia Jawa Tengah tahun 2017, yang diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 23 April 2017 bertempat di Grand Artos Magelang. Pembahasan tentang kwalitas pelayanan hemodialisa, apakah dengan biaya yang cukup besar, para pasien akan mendapatkan pelayanan yang benar-benar berkwalitas ataukah malah sebaliknya.

Bertempat di Grand Artos Hotel and Convention, acara seminar berlangsung dengan cukup menarik. Tidak seperti tahun-tahun kemarin yang menerapkan jam karet, tahun ini acara benar-benar dimulai tepat waktu. Saya sempat salah persepsi ketika melihat di dalam pesertanya baru sedikit, saya tunggu di luar sambil menunggu teman yang lain. Ketika masuk ternyata acara sudah dimulai, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars PPNI.

Acara sambutan sambutan seperti biasa, jarang ada yang mendengarkan, malah peserta seperti kutu lompat, pindah dari satu tempat duduk ke tempat duduk yang lainnya. Maklum, acara seperti ini merupakan ajang reuni gratis sesama alumnus lembaga Pelatihan Keperawatan Hemodialisa. IPDI jateng anggotanya mayoritas alumnus pelatihan RSUD Sardjito Jogjakarta dan RSUD Dr Moewardi Surakarta, ditambah sebagian kecil dari RSCM, RSI Klaten dan lembaga yang lain.

para peserta duduk manis, setting tempat yang membuat nyaman peserta

Sebelum acara inti dimulai ada pentas seni, tari tombak, peserta dihibur oleh rancaknya gerakan tarian laki-laki prajurit bertombak, diiringi oleh musik gamelan jawa yang penuh semangat. Selesai acara, para penari harus dengan sabar menjadi selebritis karena banyaknya permintaan berfoto bareng terutama dari kaum Hawa.

poto bareng disela-sela break… Dasar ibu-ibu…

Acara inti pertama dengan judul Managing Of Patient With Kidney Disease Who Have Other Longterm Condition, disampaikan oleh Dokter Bambang Djarwoto Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Ginjal-Hipertensi FK UGM / RSUP Sardjito Yogyakarta. Penyampaian pak dokter sangat jelas dan mudah dipahami. banyak hal-hal kecil yang sering terjadi pada perawat dalam merawat pasien dibahas di sini. Keseharian yang dibahas kadang hal yang lucu, lucu karena membuat perawat tertohok dengan kesalahan yang kadang tidak disadari dan menjadi hal yang lumrah.

Beliau menyampaikan tentang komplikasi kronik pada pasien gagal ginjal kronik. Komplikasi kronik pada penyandang penyakit ginjal kronik sangat menentukan kwalitas hidup pasien. Peran tenaga medis sangat diperlukan dari hari ke hari sehingga komplikasi kronik bisa dicegah, dihambat, dikurangi, bahkan jika terjadi komplikasi yang mengancam jiwa semua petugas sudah siap.

Kunci penanganan komplikasi kronik ada pada adekuasi dialysis dan pendidikan pasien dan keluargamempunyai peranan penting untuk mencapai kualitas hidup optimal. Sehingga diperlukan tim terpadu, sistem yang menyeluruh dipimpin oleh DPJP Nefrologis. Semua pihak harus berusaha untuk menjadikan pasien dan keluarga lebih pintar, baik dan benar.

Materi kedua berjudul Optimalisasi Pelayanan Hemodialisa Terkait Unit Cost, disampaikan oleh Wahyuningsih, S.Kep., Ns , Renal Unit RSDK Semarang. Tercapainya kondisi hemodialisa yang adekuat wajib dipenuhi dalam setiap pelayanan hemodialisa. Perawat hemodialisa baik berperan sebagai manager keperawatan maupun pelaksana pelayanan keperawatan hemodialisa mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian pelayanan hemodialisa yang optimal melalui pelayanan keperawatan berkualitas, penyedia sarana prasarana dan penentuan unit cost. Sebagai manager perawat harus mampu merencanakan dan menetapkan biaya atau unit cost yang sesuai dengan kemampuan budget pasien dengan tidak merugikan pihak konsumen (pemakai jasa layanan hemodialisa) maupun produsen (penyedia jasa layanan hemodialisa). Selain itu juga sebagai perawat manager harus mampu menyusun dan menetapkan Standart Operational Procedure (SOP) terkait dengan tindakan hemodialisa yang aman dan efisien.

Sebagai perawat hemodialisa harus melaksanakan peran dan fungsinya sebagai care provider dan educator sesuai dengan tahap proses hemodialisis, dimulai dari persiapan hemodialisis, pre hemodialisis, intra hemodialisis dan post hemodialysis sesuai standart prosedur yang tepat.

Materi ketiga dengan judul Pengukuran Mutu dan Efisiensi di Unit Hemodialisa disampaikan oleh Ns. Zaenudin, S.Kep dari RSUD Kabupaten Batang. Proses pengukuran mutu merupakan salah satu tahapan penting dalam program peningkatan mutu. Untuk mengukur tercapai atau tidaknya standar yang telah ditetapkan maka diperlukan indikator, yaitu ukuran kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan. Semakin sesuai suatu yang diukur dengan indikator, semakin sesuai keadaannya dengan standar yang telah ditetapkan.

Efisiensi merupakan bagian dari dimensi mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan dialysis. Pemenuhan pada dimensi ini berarti memberikan pelayanan yang tepat guna dan terjangkau.

Pelayanan yang bermutu tidaklah selalu pelayanan yang mahal, malah sebaliknya dengan mutu dapat berarti suatu cara sederhana untuk meraih tujuan yang diinginkan dengan cara yang paling efisien dan efektif. Mutu merupakan sebuah kebutuhan untuk melakukan efisiensi dan penghematan biaya. Mutu tidak harus berupa layanan atau barang-barang yang mahal, namun mutu merupakan sebuah prodok atau layanan yang memadai, mudah dijangkau, efisien, efektif, dan aman sehingga terus-menerus dievaluasi dan ditingkatkan.

modul

Acara inti sudah selesai, dilanjutkan diskusi dengan ketiga narasumber. Masih ada tambahan pemaparan lomba karya tulis ilmiah yang diikuti dua peserta. Ada juga presentasi dari sponsor PT Kalbe Farma dan PT Roche. Isoma dan pembagian doorprice, yang dapat senang karena memang kejutan baginya. Tapi sayangnya doorpricenya cuma sedikit.

Kesan saya begitu baik, dari fasilitas, tempat seminar, setting tempat, acara, pokoknya okke. Akhirnya saya pulang sekitar jam 13 lebih dikit, tentunya mampir pusat oleh-oleh dulu untuk memborong jajanan khas magelang, terutama wajik week kesukaan saya. In sya Allah tahun depan Pitda akan dilaksanakan di Banyumas, semoga masih bisa mengikuti.

Iklan

8 thoughts on “Pitda IPDI Jateng 2017 : “Quality vs Cost : Sustainable Renal Care in Dialysis Unit”

  1. azizatoen berkata:

    Jadi, dapat doorprizenya nggak nih kak Nur? Saya ketawa waktu baca tapi sayang doorprizenya sedikit 😂

    Suka

  2. rynari berkata:

    Kombinasi peningkatan ketrampilan tenaga paramedis dan kerjasama yg apik dg pasien dan keluarganya semoga meningkatkan kualitas kesembuhan ya Kang. Wah asiik ajang pelatihan semi reunian.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s