Kabut Pekat di Ketep Pass

Suara adzan Ashar menyambut kedatangan saya, ketika saya bersama teman-teman menginjakkan kaki di punggung di antara dua gunung merapi dan merbabu. Punggung bukit Sawangan lebih tepatnya. Adzan Ashar di sana memang sengaja tidak tepat waktu karena ketika waktu ashar tepat, para penduduk lebih banyak masih berada di sawah ladang. Saya datang berada pada waktu yang kurang tepat karena saat itu kabut tebal menutupi pemandangan dan hujan deras membuat saya terjebak di gardu pandang.

Ketep Pass secara demografis terletak di bukit Sawangan, yang terletak di Jl. Ketep, Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah 56481. Sawangan berasal dari bahasa jawa yang berarti melihat. Bukit ini persis di pertengahan antara Gunung Merapi dan Merbabu, jadi kita bisa melihat kedua gunung tersebut dalam satu pandangan yang mengagumkan. Bahkan bila cuaca bersahabat, kita bisa melihat tiga gunung yang lain, yaitu gunung sindoro, gunung Sumbing, dan gunung Slamet.Ketep Pass berada pada ketinggian 1200 meter dpl, sekitar 30 km dari kota Magelang, 35 km dari Kabupaten Boyolali dan 32km dari Kota Salatiga. Dapat dijangkau dengan berbagai macam alat transportasi, tapi hati-hati, fisik kendaraan harus fit, agar tidak macet di jalan, atau kuat melalui tanjakan yang luar biasa mengerikan. Driver kendaraan harus seorang yang mumpuni karena memang dibutuhkan ketrampilan dan mental yang kuat bila melewati jalanan di sana.

lahan parkir

 

Sebuah moseum tentang gunung berapi dibangun di sini, ada foto-foto tentang merapi meletus, ada miniatur gunung berapi, sayangnya gelap. Menuju ke atas akan mendapati sebuah hamparan luas, hawanya cukup dingin, padahal tidak ada AC, ada banyak gazebo untuk kita bersantai ria. Berjalan agak ke bawah ada jalur sempit, sebuah jalan menuju ke ruang bioskop, tempat pemutaran film terjadinya erupsi merapi. Saya kurang tertarik masuk ke dalamnya, paling sama seperti yang di youtube.

moseum

foto-foto

miniatur merapi

Saya langsung menuju ke gardu pandang, tempat untuk melihat 5 gunung. Duh…. Sayang sekali saya hanya melihat kabut tebal menutupi pandangan, sebentar saja hujan sudah langsung menyambut saya. Akhirnya saya mencari tempat berteduh di sebuah gazebo, padahal di situ ada dua insan sedang memadu kasih… Biarlah saya dianggap nyamuk pengganggu, tapi mau gimana lagi, lha wong hujannya cukup deras. Sambil menunggu hujan reda, teman saya memesan jagung bakar, walau berada di bawah sana tapi mau mengantar ke atas. 

gasebo

gardu pandang

merapi di balik kabut

merbabu di balik kabut

Belum puas sebetulnya saya di ketep pass, tapi waktu sudah mendekati maghrib, maka saya putuskan untuk pulang, menerobos hujan tanpa payung menuju ke tempat parkir mobil. Bagi yang nggak mau kehujanan, di sini banyak yang menawarkan jasa persewaan payung. 

Untuk tiket masuk tahun 2017 ada beberapa paket :
Tiket Masuk Area & Museum Rp. 10.500,- (Senin – Sabtu) Rp. 12.500,- (Minggu/Libur Nasional)
➥Tiket Ketep Vulcano Theatre / Bioskop Rp. 9.000,-
Tiket Teropong Rp. 5.000,-

Iklan

9 thoughts on “Kabut Pekat di Ketep Pass

  1. Hafidh Frian berkata:

    Lihat ketep pass, ingat merbabu via selo. Dan kangen didekap kabut mesra macam foto2 diatas. Terima kasih pengingatnya.

    Suka

  2. Waah tempat liburan semasa kecil dulu, kalo ke Kopeng pasti mampir ke Ketep Pass, terus sewa keker cuma untuk lihat puncak merapi, sambil nonton film sejarah gunung merapi. Masih ada kan ya kak sampai sekarang?
    Aih, jadi rindu dan ingin kesana lagi 😢

    Suka

    • kekernya masih, tapi saya ga nyewa… lha wong adanya cuma kabut, trus filmnya ada juga, harga tiket Rp 9000,- tapi aku juga tidak menonton, paling sama seperti di youtube, 9 ribu nya mending buat beli jagung bakar dapat 2…

      Disukai oleh 1 orang

      • Oh pantesan aja kak, dulu juga nyewa pas puncak merapi lagi jelas-jelasnya aja kok 😂
        Wah iya kak, makan jagung bakar di sana memang nikmat tiada duanya 😂
        Jadi pengin makan jagung bakar sekarang…

        Suka

  3. Wah sayang banget pas turun kabut. Memang sih kalau datang ke tempat begini, baiknya pas pagi hari waktu awan cerah. Atau bisa juga pas musim kemarau, paling gak kemungkinan ngeliat 5 gunungnya aga lebih besar kemungkinannaya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s