Mengagumi Keindahan Pantai Banyu Tibo Pacitan

Berkunjung kembali ke pantai Banyu Tibo, setelah sebelumnya hanya mendapatkan hujan yang memaksa diriku untuk berteduh di pinggiran pantai sambil menikmati semangkuk indomie goreng. Saat itu saya datang ketika musim hujan, sore hari lagi, sehingga lengkap sudah penderitaanku tidak bisa menikmati indahnya pantai Banyu Tibo.

Kesempatan liburan kemarin saya manfaatkan untuk menengok kembali pantai Banyu Tibo, tentunya berharap mendapatkan kesempatan yang berbeda daripada kunjungan sebelumnya. Berencana mengambil waktu tengah hari, tetapi menurut petunjuk kakakku, lebih baik mengambil waktu di awal pagi, karena kalau siang hari akan kesulitan mendapatkan tempat parkir mobil. Okelah… Ikut pendapat kakak yang lebih pengalaman di sana.

Perjalanan menuju pantai Banyu tibo sebenarnya sepaket dengan wisata ke Goa Gong dan Pantai Klayar. Akses jalan ke pantai Banyu Tibo lumayan bagus, walau masih terasa sempit, mobil paling besar yang bisa melewati jalan kesana maksimal sebesar izuzu elf. ± !km menuju pantai, akses jalan masih seperti dulu, hanya muat untuk satu mobil, jalanan memakai cor pasir semen yang sudah banyak yang pecah, menurun tajam dan sedikit berbahaya. Untuk masuk harus dikomando dari petugas, karena kadang ada mobil yang keluar pantai, sehingga harus menunggu giliran jalan. Kalau tidak dikomando seperti itu, bisa-bisa di tengah jalan saling berhadapan muka. Susah kalau seperti ini, harus ada yang mengalah jalan mundur.

Pantai Banyu Tibo memiliki keistimewaan adanya air terjun dari sungai air tawar yang jatuh di bibir pantai. Mungkin karena adanya air terjun inilah yang membuat pantai Banyu Tibo dikelilingi batu karang setengah lingkaran. Pantainya sempit, tapi keindahan lukisan alam yang dibentuk cukup membuat decak kagum. Sayangnya ketika saya datang ke situ, ombaknya baru pasang. Bila ombak surut, kita bisa turun ke bawah dan bermain pasir di sana. Lagian saya kepagian datangnya, bila agak siang akan ada petugas yang menawarkan jasa jadi pemandu selama bermain di area pasir. Kita bisa menyewa pelampung, sekaligus didampingi pemandu. Untuk pemandu sementara ini tidak menetapkan tarif khusus, masih sebatas seikhlasnya saja.

 

Bila kita lapar, di sekeliling pantai ada berjajar warung makan dengan harga yang cukup terjangkau. Aneka makanan sea food tersaji di sini. Kelapa muda hijau menjadi andalan yang sayang bila kita lewatkan untuk menikmatinya. Lokasi warung makan yang tepat di atas bibir pantai memungkinkan kita untuk melihat pantai sambil makan atau sekedar minum kopi saja. Kesejukan udara pantai semakin membuat nyaman, sehingga malas untuk beranjak.

Kelemahan dari Pantai Banyu Tibo adalah belum masuknya instalasi listrik, sehingga bila malam hari akan menjadi gelap gulita. Pemilik warung akan membuat penerangan dari lampu LED dengan tenaga ACCU sebagai sumber energinya. Listrik tidak ada apalagi sinyal HP. Kita hanya bisa selfi dan poto-poto tanpa bisa mengunggahnya ke medsos. Mungkin karena pengelolaan pantai Banyu Tibo belum dilakukan oleh pemda Pacitan, maka fasilitas listrik dan lainnya belum bisa direalisasikan. Pantai Banyu Tibo baru dikelola oleh pemerintah desa beserta karang taruna setempat.

Tarif masuk masih relatif murah, saya datang pada bulan Juli 2017, tarif bila hari libur dewasa Rp.5000,-  dan anak-anak Rp.3000,-. Bila hari biasa, dewasa Rp.3000,- dan anak-anak Rp.2000,-

20 respons untuk ‘Mengagumi Keindahan Pantai Banyu Tibo Pacitan

  1. MasyaAllah Indaahnya Kang 😍
    Tiketnya jg terjangkau.

    Pengen. Tapi pasti ga dapet ijin dr orang tua kalau ke Pacitan motoran 😀
    Kalau akses kendaraan umum berarti ga ada ya Kang ?

    Disukai oleh 1 orang

  2. Sepertinya perlu menjadwal ulang bepergian ke Pacitan, abisnya kemaren gagal total mau kesana. Selain itu ada faktor banyak ilustrasi foto blog saya yang akhir akhir ini seorang berasal dari Pacitan hehehehe…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.