Syarat-Syarat Dokumen yang Harus Dilengkapi dalam Pelimpahan keberangkatan Calon Jamaah Haji yang Wafat kepada Ahli Waris

Kementerian Agama mengeluarkan kebijakan baru dalam penyelenggaraan jemaah haji 1439H/2018M. Untuk tahun ini, calon jemaah haji yang wafat sebelum keberangkatan, bisa digantikan oleh ahli warisnya. “Mulai tahun ini, porsi calon jemaah haji yang wafat sebelum berangkat ke Arab Saudi, bisa digantikan oleh keluarganya ,” terang Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ahda Barori di Jakarta, Kamis (19/04), seperti yang tertulis di website Kementerian Agama.

Ketentuan sebelumnya porsi calon jamaah haji yang wafat tidak dapat diwariskan, ahli waris hanya memperoleh uang kembalian BPIH yang telah dibayarkan calon jamaah haji. Ketentuan ini terasa kurang adil bagi ahli waris karena waktu tunggu yang cukup lama hilang begitu saja. Kalau disuruh memilih tentunya ahli waris lebih memilih menggantikan porsi keberangkatan daripada kembali dalam bentuk uang tapi porsi dibatalkan. Namun kementerian Agama punya pandangan lain dengan mengatakan tidak adil bila porsi haji bisa diwariskan, karena ahli waris menjadi tidak antri lama, padahal yang antri lama masih banyak. Namun dalam kenyataan hal ini malah menimbulkan kasus jamaah haji ilegal, entah bagaimana caranya mereka bisa berangkat atas nama calon jamaah haji yang sudah wafat.

Salut untuk Kementerian Agama yang berhasil mengubah peraturan ini, karena dengan adanya hak waris terhadap porsi keberangkatan calon jamaah haji menjadikan hal ini terasa lebih adil. Pelimpahan ini bisa menjadi penghibur di kala duka bagi ahli waris, juga sebagai sarana melanjutkan cita-cita calon jamaah haji yang sudah wafat. Cita-cita untuk bisa menuju ke tanah suci sebagai tamu Allah akan dilanjutkan oleh ahli waris, bukan dipupus dengan harus mengantri lebih lama lagi.

Menurut Ahda, ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan BPIH Reguler Tahun 1439H/2018M. Berikut ini ketentuan pelimpahan nomor porsi bagi calon jemaah haji yang wafat:

  1. Permintaan dari keluarga jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi, namun wafat sebelum berangkat.
  2. Kebijakan wafat yang dapat digantikan adalah jemaah yang sudah ditetapkan berhak melunasi BPIH dan waktu wafatnya pasca ditetapkan sebagai berhak lunas tahun berjalan
  3. Orang yang dapat menggantikan calon jemaah wafat adalah suami/istri/anak kandung/menantu. Pengajuan penggantian ini harus diketahui RT, RW, Lurah, dan Camat
  4. Verifikasi data pengajuan penggantian dilakukan di Kanwil Kemenag Provinsi dan Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU.
  5. Jemaah haji pengganti diberangkatkan pada musim haji tahun berjalan atau tahun berikutnya.

Sedangkan syarat yang harus dilengkapi adalah calon jemaah haji pengganti harus mengajukan surat permohonan tertulis ke Kantor Kemenag Kab/Kota setempat dengan melampirkan beberapa dokumen. Dokumen dimaksud , yaitu:

  1. Asli akta kematian dari Dinas Dukcapil setempat atau Surat Kematian dari Kelurahan/Desa diketahui Camat.
  2. Asli surat kuasa penunjukan pelimpahan nomor porsi jemaah wafat yang ditandatangani anak kandung, suami/istri, dan menantu yang diketahui oleh RT, RW, Lurah/Kepala Desa, dan Camat
  3. Asli surat keterangan tanggung jawab mutlak yang ditandatangani calon jemaah haji penerima pelimpahan nomor porsi jemaah wafat dan bermaterai
  4. Asli setoran awal dan atau setoran lunas BPIH
  5. Salinan KTP, KK, Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir atau bukti lain yang relevan dengan jemaah haji yang wafat yang dilegalisir dan distempel basah oleh pejabat yang berwenang dengan menunjukan aslinya.

Seluruh berkas pendukung harus diverifikasi oleh petugas Kankemenag Kab/Kota, Kanwil, dan Ditjen PHU. Tentunya hal ini sudah diketahui sampai kabupaten/kota, sehingga untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke kantor kemenag kabupaten/kota tempat calon jamaah haji mendaftar.

Sumber berita : www.kemenag.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.