Khitan yang Menular

Musim liburan musim khitan. Rejekinya para MALING nih. Maling? Pencuri? Bukan ya… MALING itu sebutan untuk para perawat yang punya hobi keliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mengobati pasien. MALING kependekan dari Mantri Keliling. Kalau liburan gini orderan kitan datang mengalir manis terhadap mantri keliling. Salah satu kelebihan dari mantri keliling adalah mau melakukan khitan panggilan ke rumah sesuai waktu yang ditentukan tuan rumah. Maklum saja, di Jawa itu masih sering ada keyakinan tentang waktu baik, jam baik, menit baik, detik baik, dan hal ini hanya mantri atau perawat yang mau melakukan sesuai keinginan tuan rumah. Tapi harus janjian jauh-jauh hari ya… Baca lebih lanjut

Halalbihalal : Budaya Indonesia yang Mengakar Kuat

Sekitar tahun 90-an, saya pernah dikejutkan oleh pernyataan Paklik saya yang tidak setuju diadakan halalbihalal di desa kami. Paklik saya sebetulnya tidak mengatakan secara langsung tentang ketidaksetujuannya, tetapi hanya bertanya,”halalbihalal itu apa? Kalau ada halalbihalal berarti ada haram bi haram.” Demikian sinyal ketidaksetujuan beliau. Beliau juga menolak ketika diminta untuk menjadi pembicara dalam pengajian halalbihalal tersebut. Baca lebih lanjut

Jet Lag bagi yang Pulang Umrah / Haji

Ketika tetangga pulang umrah / haji, baiknya langsung kita jenguk atau menunggu beberapa hari ya? Tradisi beberapa daerah, bila ada yang pulang umrah atau haji akan disambut dengan meriah, minimal dengan menghadiri atau bertamu ke rumah untuk sekedar mencari berkah dari doa yang katanya masih mustajab, diiringi dengan minum air zam-zam yang sudah dicampur dengan air Indonesia. Karena sudah tradisi, maka tidak afdhol rasanya bila tidak ikut mensukseskan penyambutan dengan bertamu ke rumahnya, meskipun hanya sekedar berbasa-basi. Padahal kalau kita tahu keadaan orang yang baru pulang umrah atau haji itu baru memerlukan istirahat yang cukup karena efek dari jet lag. Meskipun baru jet lag, tuan rumah tidak bisa menolak setiap tamu yang hadir… bisa dikira sombong ya… Baca lebih lanjut

Repost : Balasan Tak Terhingga untuk Orang yang Melaksanakan Shaum Ramadhan

Ketika saya membaca hadits tentang balasan amalan orang yang berpuasa ada rasa yang mengganjal dalam hati ini. Hadits ini menyatakan bahwa amalan kebaikan Bani Adam akan dibalas Allah dengan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Tapi untuk pahala puasa hanya Allah ‘Azza wa Jalla saja yang akan membalasnya sendiri. Lalu seberapa besar balasan dari Allah ‘Azza wa Jalla sendiri tidak disebutkan. Hal inilah yang membuat ganjalan di hati saya, ada semacam prasangka yang tidak baik, padahal prasangka ini tidak sepantasnya dilakukan hamba kepada RabbNya. Jangan-jangan balasan Allah lebih kecil dari itu…begitu saya kadang berprasangka. Hingga suatu ketika saya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari semua itu, yang membuat saya jadi mengerti.