Halalbihalal : Budaya Indonesia yang Mengakar Kuat

Sekitar tahun 90-an, saya pernah dikejutkan oleh pernyataan Paklik saya yang tidak setuju diadakan halalbihalal di desa kami. Paklik saya sebetulnya tidak mengatakan secara langsung tentang ketidaksetujuannya, tetapi hanya bertanya,”halalbihalal itu apa? Kalau ada halalbihalal berarti ada haram bi haram.” Demikian sinyal ketidaksetujuan beliau. Beliau juga menolak ketika diminta untuk menjadi pembicara dalam pengajian halalbihalal tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan