Curhat Sang Hujan

hujanUntuk kesekian kalinya, hari ini aku diciptakan kembali oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Iya… Aku diciptakan kembali, Allah menciptakanku tidak seperti penciptaan Adam yang menggunakan kalimat “KUN fayakun” , tapi Dia menciptakanku melalui sebuah proses yang berulang-ulang, dari air yang menguap kemudian berubah menjadi awan, terus berubah menjadi tetes-tetes air yang menetes kembali ke bumi. Iya… Itulah diriku, hujan yang selalu kalian nantikan tatapi kadang kalian cela keberadaanku.

Baca lebih lanjut

HUJAN, yang Dirindukan Namun (kadang) Dicaci

Akhir tahun di bulan Desember dan awwal tahun di bulan Januari adalah saat-saat hujan berkuasa, biasanya baru deras-derasnya. Tiap hari hujan, seakan tak kenal waktu, bisa pagi, sore atau malam hari. Kadang diselingi dengan badai yang bisa memporak-porandakan bangunan dan pepohohan, atau suara petir yang menggelegar memekakkan telinga. Hujan yang datang menghapus kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan yang lalu.