Antara Sabar dan Shaum Ramadhan

Ketika saya membaca hadits tentang balasan amalan orang yang berpuasa ada rasa yang mengganjal dalam hati ini. Hadits ini menyatakan bahwa amalan kebaikan Bani Adam akan dibalas Allah dengan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Tapi untuk pahala puasa hanya Allah ‘Azza wa Jalla saja yang akan membalasnya sendiri. Lalu seberapa besar balasan dari Allah ‘Azza wa Jalla sendiri tidak disebutkan. Hal inilah yang membuat ganjalan di hati saya, ada semacam prasangka yang tidak baik, padahal prasangka ini tidak sepantasnya dilakukan hamba kepada RabbNya. Jangan-jangan balasan Allah lebih kecil dari itu…begitu saya kadang berprasangka. Hingga suatu ketika saya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari semua itu, yang membuat saya jadi mengerti.

Awas, Gagal Panen Lho…

Ramadhan sudah memasuki 10 hari kedua. Namun, tahun kemarin petani di daerah Surakarta yang meliputi Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Karang Anyar dan sekitarnya banyak yang gagal panen. Tanaman padi yang menjadi andalan mereka harus bertekuk lutut  karena dihabiskan hama wereng coklat yang ganas. Berbagai cara yang prosedural sampai metoda coba-coba diterapkan untuk membasmi wereng ini, namun hasilnya nihil. Wereng tak bisa dimatikan, yah…menangis deh…gagal panen sudah terbayang, padahal sebelumnya petani begitu optimis dengan usahanya. Lalu, apa hubungannya Ramadhan dengan petani…dengan tanaman padi…dengan hama wereng coklat?

Larangan Bermain Api

“Izzah, main api itu dilarang lho. Kamu nggak boleh ya bermain api.” Zidni, juniorku yang paling besar memberi nasehat kepada Izzah adiknya, di sela-sela belajarnya di waktu sore ba’da maghrib.
“Koq nggak boleh kenapa Zid?”Saya mencoba bertanya pada Zidni, karena Izzah yang diberi nasehat hanya diam.
“Karena api itu musuh manusia.”
“Musuh manusia, koq bisa Zid.”
“Lha ini ada haditsnya, “Zidni memberikan buku yang dibacanya, di sana membahas tentang larangan bermain api dan dalil hadits yang melarangnya.

Baca lebih lanjut